BANTAENGNEWS.COM — Pelayanan Program Makan Bergizi (MBG) di sejumlah sekolah di Kabupaten Bantaeng dilaporkan terhenti menyusul penghentian operasional beberapa dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sejak awal April 2026.
Berdasarkan dokumen yang ditemukan, penghentian operasional dapur MBG di Sulawesi Selatan periode April 2026, setidaknya enam dapur di wilayah Bantaeng tidak lagi beroperasi.
Seluruh dapur tersebut berstatus operasional berhenti, tanpa kepastian waktu untuk kembali beroperasi.
Adapun dapur yang terdampak antara lain, SPPG area Bantaeng, Yayasan CBA yang berhenti sejak 3 April 2026, Yayasan TFB yang berhenti sejak 7 April 2026, Yayasan MKJ yang berhenti sejak 7 April 2026.
Sementara yayasan ABB yang diketahui memiliki 3 SPPG di beberapa wilayah di Eremerasa, Pajukukang dan Tappanjeng juga berhenti sejak 7 April 2026.
Informasi yang diterima bantaengnews.com, dalam dokumen tersebut, penyebab penghentian seluruh dapur disebutkan terkait persoalan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).
Akibat penghentian ini, distribusi makanan bergizi ke sejumlah sekolah diduga kuat turut terdampak.
Upaya konfirmasi kepada koordinator MBG di Bantaeng belum membuahkan hasil. Yang bersangkutan disebut enggan memberikan klarifikasi kepada wartawan terkait penyebab detail penghentian operasional maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai kapan layanan dapur MBG di Bantaeng akan kembali beroperasi.












