Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

GMNI Bantaeng Soroti Pertemuan di Rujab Bupati, Minta Fokus pada Tuntutan Masyarakat

BANTAENGNEWS.COM — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bantaeng menyoroti pertemuan yang digelar Bupati Bantaeng bersama sejumlah pemuda di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati.

GMNI menilai pertemuan tersebut belum menyentuh substansi tuntutan yang selama ini disuarakan masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Appakatau.

Ketua DPC GMNI Bantaeng, Jabal, menyebut terdapat dua persoalan utama yang hingga kini masih menjadi perhatian. Pertama, realisasi janji Pemerintah Kabupaten Bantaeng terkait perbaikan jalan di Kampung Babangeng, Desa Pa’bumbungang. Kedua, penanganan dugaan tindakan premanisme dan represifitas terhadap mahasiswa HPMB Raya dan GMNI saat menyampaikan aspirasi di depan Kantor Bupati dan DPRD Bantaeng beberapa waktu lalu.

Menurut Jabal, masyarakat Babangeng dan sejumlah organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Aliansi Appakatau tidak menghadiri pertemuan di Rujab Bupati.

“Pada saat pertemuan di Rujab Bupati, masyarakat Babangeng dan beberapa OKP yang tergabung dalam Aliansi Appakatau tidak hadir. Sebab kami menganggap penyelesaian persoalan rakyat tidak etis dibicarakan di meja makan dan forum tersebut tidak menyentuh substansi tuntutan yang kami perjuangkan,” ujar Jabal, Kamis (04/2026/6).

GMNI menilai persoalan infrastruktur jalan di Kampung Babangeng merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan mobilitas warga. Karena itu, organisasi tersebut meminta pemerintah daerah memberikan kepastian terkait program dan jadwal pelaksanaan perbaikan jalan.

Selain itu, GMNI juga meminta adanya kejelasan sikap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum terkait laporan dugaan tindakan represif yang dialami mahasiswa saat menyampaikan aspirasi.

Jabal menegaskan bahwa ruang dialog tetap penting, namun menurutnya dialog harus diikuti langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan yang disampaikan masyarakat.

“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah realisasi pembangunan jalan yang dijanjikan dan jaminan bahwa tidak ada lagi intimidasi terhadap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi. Itulah substansi yang harus dijawab oleh pemerintah daerah,” katanya.

GMNI Bantaeng menyatakan akan terus mengawal tuntutan masyarakat Kampung Babangeng terkait perbaikan infrastruktur jalan serta mendorong penyelesaian atas dugaan tindakan represif yang dialami mahasiswa.