BANTAENGNEWS.COM — Penolakan terhadap rencana kembalinya Suwardi sebagai Direktur PDAM Bantaeng terus menguat. Hal ini ditandai dengan munculnya spanduk penolakan yang dipasang di salah satu kantor PDAM, bertuliskan “Kami Karyawan PDAM Menolak Suwardi Kembali Menjadi Direktur PDAM Bantaeng.”
Aksi tersebut mencerminkan sikap tegas dari internal karyawan yang menilai kepemimpinan sebelumnya tidak mampu memperbaiki tata kelola di lingkungan perusahaan daerah tersebut.
Penolakan dari internal ini disebut sebagai bukti konkret adanya persoalan manajerial yang belum terselesaikan.
Sejumlah pihak juga mendesak Bupati Bantaeng untuk segera mengambil sikap atas polemik tersebut. Mereka menilai, persoalan ini harus menjadi perhatian serius demi menjaga kondusivitas daerah.
“Fenomena ini harus menjadi perhatian serius pak bupati demi kondusifitas daerah. Jika diabaikan, maka kami pastikan Bantaeng akan berisik minimal tiga kali dalam seminggu,” ujar salah satu aktivis Bantaeng yang masih enggan disebutkan namanya (3/5/2026).
Situasi ini berpotensi memicu gelombang aksi lanjutan apabila tidak segera ditangani secara bijak.
Pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil keputusan yang mempertimbangkan stabilitas internal PDAM serta pelayanan kepada masyarakat.












