Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Dari Borkal untuk Indonesia: Demokrasi Tak Butuh Anggaran Besar, Kunci Kemauan dan Kebersamaan

Proses pemilihan RW 04

BANTAENGNEWS.COM — Sebuah pelajaran berharga datang dari RW 04 Borkal, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng. Di tengah keterbatasan anggaran, warga justru berhasil menggelar pemilihan RT/RW yang berlangsung layaknya pesta demokrasi sesungguhnya, tertib, meriah, dan penuh partisipasi.

Tanpa bergantung pada dana pemerintah, seluruh proses pemilihan digerakkan oleh swadaya masyarakat. Kursi dipinjam dari rumah warga, perlengkapan disiapkan bersama, dan semangat gotong royong menjadi modal utama yang tak tergantikan.

Kepala Kelurahan Pallantikang, Endi Budi Utomo, mengakui bahwa apa yang dilakukan warganya menjadi bukti bahwa demokrasi tidak selalu harus mahal.

“Ini murni dari masyarakat. Mereka bergerak sendiri, saling bantu, dan hasilnya luar biasa. Pemilihan berjalan seperti pemilu, tapi tanpa membebani anggaran,” ujarnya (1/5/2026).

Pengamanan pun berjalan optimal. Bhabinkamtibmas Hamsah memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

Hal senada disampaikan Babinsa Syamsuddin, yang melihat langsung tingginya antusiasme warga dalam menggunakan hak pilih mereka.

“Kami dari TNI dan Polri hanya mengawal. Selebihnya, masyarakat yang menunjukkan kedewasaan berdemokrasi,” kata Syamsuddin.

Salah satu warga mengaku bangga bisa terlibat dalam proses tersebut. Baginya, ini bukan sekadar pemilihan, tetapi bukti bahwa kebersamaan mampu mengatasi keterbatasan.

“Kami senang karena semua pihak bekerja sama. Ternyata kalau kompak, apa pun bisa terwujud,” ungkapnya.

Apa yang terjadi di Borkal bukan sekadar cerita lokal, melainkan inspirasi bagi banyak wilayah lain. Di saat sebagian masih menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan tertundanya proses demokrasi di tingkat akar rumput, RW 04 Borkal justru membuktikan sebaliknya.

Semangat ini menjadi cermin bagi para lurah dan pemangku kebijakan di daerah lain bahwa membangun demokrasi tidak selalu dimulai dari anggaran besar, tetapi dari keberanian untuk menggerakkan masyarakat.