Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Suara Bulat Warga Bonto Rita: Tokoh Masyarakat Minta Kamaruddin Tetap Jadi RW

Sejumlah tokoh masyarakat di lingkup RW 10

BANTAENGNEWS.COM – Aspirasi warga RW 10, Kelurahan Bonto Rita, Kecamatan Bissappu, kian menguat di tengah isu pergantian sejumlah Ketua RT dan RW. Kali ini, suara itu datang bulat dari para tokoh masyarakat yang secara tegas menginginkan Kamaruddin tetap menjabat sebagai Ketua RW.

Dalam pernyataan bersama, tokoh masyarakat setempat, Ali, Sulaiman, dan Kasman, menegaskan bahwa Kamaruddin bukan sekadar pemimpin administratif, melainkan sosok yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial warga.

“Pak RW itu benar-benar baik. Selama ini, hanya beliau yang mampu memberi rasa keadilan bagi masyarakat,” ujar Ali (25/4/2026).

Hal senada disampaikan Sulaiman. Ia menilai, kepemimpinan Kamaruddin telah teruji oleh waktu dan situasi, bahkan dalam kondisi sulit sekalipun.

“Kami tahu betul bagaimana beliau memimpin. Meski tidak menerima gaji akibat dampak kebijakan, beliau tetap hadir untuk masyarakat. Itu bukan hal yang mudah,” tegas Sulaiman.

Sementara itu, Kasman menambahkan bahwa pergantian kepemimpinan seharusnya tidak mengabaikan suara masyarakat yang selama ini menjadi pihak paling terdampak.

“Jangan sampai keputusan diambil tanpa melihat kenyataan di lapangan. Masyarakat masih menginginkan Kamaruddin. Itu fakta yang tidak bisa diabaikan,” ujarnya.

Kamaruddin sendiri diketahui telah menjabat sebagai RW sejak masa kepemimpinan Nurdin Abdullah dan terus melanjutkan pengabdiannya hingga era Muhammad Fathul Fauzy Nurdin. Selama masa itu, ia dinilai mampu menjaga stabilitas sosial dan membangun komunikasi yang baik antarwarga.

Namun, dinamika terbaru justru menempatkan dirinya pada posisi yang tidak pasti. Kamaruddin mengungkapkan bahwa proses pemilihan yang berlangsung baru-baru ini hanya melibatkan para Ketua RT melalui musyawarah.

“Pemilihan itu hanya diikuti para RT, dan saya diminta untuk mundur. Saat ini saya hanya menunggu keputusan atau SK,” ungkap Kamaruddin.

Pernyataan tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan tokoh masyarakat. Mereka menilai, mekanisme yang berjalan belum sepenuhnya mencerminkan aspirasi warga secara menyeluruh.

Para tokoh masyarakat pun berharap Pemerintah Kabupaten Bantaeng dapat mengambil keputusan yang bijak dan mempertimbangkan suara masyarakat di tingkat bawah.

“Ini bukan sekadar jabatan, tapi soal kepercayaan yang sudah terbangun lama. Kami berharap pemerintah mendengar suara kami,” tutup Kasman.

Kini, harapan warga Bonto Rita tertuju pada kebijakan akhir pemerintah daerah. Di tengah berbagai pertimbangan, mereka berharap satu hal sederhana: keadilan yang berpihak pada suara masyarakat.