Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Aktivis Bantaeng Soroti Kenaikan Harga Pakan Ayam dan Stagnasi Harga Telur yang Tekan Peternak

BANTAENGNEWS.COM – Aktivis masyarakat, Aldi Naba, menyoroti kondisi yang tengah dihadapi para peternak ayam petelur akibat terus meningkatnya harga pakan ternak, sementara harga jual telur di tingkat peternak cenderung stagnan dan tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

Menurut Aldi Naba, situasi tersebut telah menciptakan tekanan ekonomi yang cukup berat bagi para peternak. Di satu sisi, biaya produksi terus meningkat akibat mahalnya harga pakan, namun di sisi lain pendapatan peternak tidak mengalami peningkatan karena harga telur di pasaran relatif tetap.

“Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius. Harga pakan ayam terus mengalami kenaikan, sementara harga telur belum mampu menyesuaikan dengan peningkatan biaya produksi yang ditanggung peternak. Akibatnya, margin keuntungan peternak semakin menipis,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa salah satu faktor yang diduga memengaruhi kondisi tersebut adalah terjadinya overproduksi telur di sejumlah daerah, sehingga pasokan yang berlimpah menyebabkan harga jual sulit mengalami kenaikan. Selain itu, melemahnya daya beli masyarakat juga berpotensi menjadi penyebab rendahnya serapan pasar terhadap komoditas telur.

Aldi Naba menambahkan bahwa fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah turut memberikan dampak terhadap biaya produksi peternakan. Pasalnya, sebagian bahan baku pakan ternak masih bergantung pada komponen yang dipengaruhi oleh pergerakan kurs mata uang asing.

“Ketika nilai tukar dolar mengalami kenaikan, biaya bahan baku pakan juga ikut terdampak. Sementara itu, daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih menyebabkan permintaan pasar tidak tumbuh secara signifikan. Akibatnya, harga telur sulit bergerak naik meskipun biaya produksi meningkat,” jelasnya.

Oleh karena itu, Aldi Naba berharap pemerintah dapat mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas sektor peternakan, baik melalui pengawasan distribusi pakan, pengendalian pasokan, maupun kebijakan yang dapat melindungi keberlangsungan usaha para peternak rakyat.

Ia menegaskan bahwa sektor peternakan merupakan salah satu penopang ketahanan pangan nasional yang perlu mendapatkan perhatian serius agar peternak tetap mampu bertahan di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi saat ini.

“Jika kondisi ini terus berlangsung tanpa solusi yang tepat, dikhawatirkan banyak peternak mengalami kerugian yang berkelanjutan. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan peternak untuk menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan harga jual hasil ternak,” tutup Aldi Naba.