Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Rupiah Nyaris Sentuh Rp18 Ribu per Dolar AS, Pemerintah dan BI Diminta Perkuat Stabilitas Ekonomi

Ketua Bidang Ekonomi dan UMKM PW SEMMI Sulsel, Idul Agustin

BANTAENGNEWS.COM, Makassar — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mengalami tekanan dan berada di kisaran Rp17.899 per dolar AS. Kondisi tersebut mendapat sorotan dari sejumlah kalangan, termasuk pemerhati ekonomi dan mahasiswa di Sulawesi Selatan.

Ketua Bidang Ekonomi dan UMKM PW SEMMI Sulsel, Idul Agustin, menilai pelemahan rupiah yang mendekati level Rp18 ribu menjadi sinyal yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun Bank Indonesia.

Menurutnya, pelemahan nilai tukar berpotensi berdampak langsung terhadap masyarakat, mulai dari kenaikan harga barang impor, meningkatnya biaya produksi industri, hingga tekanan terhadap pelaku UMKM dan daya beli masyarakat.

“Ketika rupiah hampir menyentuh Rp18 ribu per dolar AS, pemerintah dan Bank Indonesia harus serius membaca situasi ini. Stabilitas ekonomi perlu dijaga agar dampaknya tidak semakin dirasakan masyarakat,” ujar Idul Agustin, Kamis (28/5/2026).

Ia juga mengingatkan agar penggunaan anggaran negara lebih difokuskan pada program prioritas yang berdampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sedang menghadapi tekanan.

Menurutnya, langkah penguatan stabilitas moneter dan pengendalian inflasi perlu terus diperkuat melalui koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia.

Selain itu, ia mendorong pemerintah untuk memperkuat sektor produksi dalam negeri, menjaga stabilitas pangan dan energi, serta memberikan perhatian terhadap pelaku UMKM yang dinilai menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat.

“Ketahanan ekonomi nasional harus diperkuat agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada impor dan mampu menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global,” tambahnya.

Ia berharap kondisi pelemahan rupiah saat ini dapat menjadi bahan evaluasi terhadap arah kebijakan ekonomi nasional agar lebih efektif, efisien, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.