BANTAENGNEWS.COM — Polemik yang terjadi di tubuh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng kembali menuai sorotan dari kalangan aktivis. Salah satu aktivis yang tergabung dalam Aliansi PDAM atau Pergerakan Demokrasi Aliansi Masyarakat (PDAM) Bantaeng, Idris Reformasi, menegaskan akan terus menyuarakan perlawanan hingga tuntutan mereka dipenuhi.
Dalam keterangannya kepada media, Idris Reformasi yang juga bertindak sebagai jenderal lapangan aksi (Jenlap) menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan berhenti melakukan gerakan apabila Suwardi masih dipertahankan dalam jabatannya di tubuh PDAM Bantaeng.

“Saya atas nama Idris Reformasi, jenderal lapangan Aliansi PDAM Bantaeng, menegaskan bahwa ketika Suwardi tidak dicopot dari jabatannya, maka saya tidak akan pernah berhenti diam untuk menyuarakan suara-suara perlawanan ini,” tegasnya, Kamis (14/5/2026).
Ia menilai polemik internal yang terjadi di PDAM Bantaeng hingga saat ini belum menemukan penyelesaian yang jelas. Karena itu, pihaknya meminta komitmen dan konsistensi Pemerintah Kabupaten Bantaeng, khususnya Bupati Bantaeng sebagai pemangku kebijakan tertinggi di daerah, agar segera membuktikan pernyataan yang sebelumnya pernah disampaikan dalam sebuah pertemuan.
Menurut Idris, masyarakat menanti langkah konkret pemerintah daerah dalam menyikapi persoalan yang dianggap telah menjadi perhatian publik tersebut. Ia juga menegaskan bahwa gerakan yang dilakukan merupakan bentuk kontrol sosial demi terciptanya tata kelola yang lebih baik di lingkungan PDAM Bantaeng.
Aliansi PDAM Bantaeng berharap pemerintah daerah segera mengambil sikap tegas guna mengakhiri polemik yang terus berkembang di tengah masyarakat.












