Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

SEMMI Makassar Soroti Maraknya Kriminalitas, Dorong Evaluasi Program Pemkot

BANTAENGNEWS.COM — Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Makassar menyoroti meningkatnya kasus kriminalitas seperti begal dan perampokan yang belakangan meresahkan masyarakat Kota Makassar.

Ketua SEMMI Cabang Makassar, Fahrul Ramadan H.J., menilai fenomena tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga mencerminkan adanya persoalan sosial dan ekonomi yang belum tertangani secara optimal.

“Maraknya kriminalitas hari ini tidak boleh hanya dilihat sebagai persoalan keamanan semata. Ini adalah sinyal bahwa masih banyak persoalan sosial dan ekonomi yang belum mampu diselesaikan secara tuntas oleh pemerintah daerah,” ujar Fahrul, Rabu (03/06/26).

Ia menambahkan, kondisi ekonomi masyarakat seperti keterbatasan lapangan pekerjaan, tekanan ekonomi, serta kesenjangan kesejahteraan menjadi faktor yang dapat memengaruhi meningkatnya tindak kriminalitas di daerah perkotaan.

SEMMI Cabang Makassar juga menilai sejumlah program pembangunan Pemerintah Kota Makassar belum sepenuhnya memberikan dampak merata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurut mereka, pembangunan fisik yang terlihat belum sepenuhnya diiringi dengan perbaikan kondisi ekonomi masyarakat bawah.

Berdasarkan data yang disampaikan SEMMI, Kota Makassar masih mencatat tingkat kemiskinan sebesar 8,47 persen, tingkat pengangguran terbuka 4,85 persen, serta Gini Ratio 0,375. Angka tersebut dinilai masih menunjukkan adanya tantangan dalam pemerataan ekonomi.

SEMMI mendorong Pemerintah Kota Makassar untuk melakukan evaluasi terhadap program pemberdayaan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta pembinaan generasi muda agar tidak rentan terjerumus dalam tindakan kriminal.

“Kami melihat upaya penanganan kriminalitas masih terlalu berfokus pada langkah penindakan. Padahal pemerintah harus hadir lebih kuat dalam membangun kesejahteraan masyarakat, memperluas kesempatan kerja, dan menciptakan harapan bagi generasi muda,” kata Fahrul.

Sementara itu, SEMMI menegaskan pihaknya tidak membenarkan segala bentuk tindakan kriminal. Mereka menyatakan pelaku kejahatan tetap harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

Meski begitu, SEMMI menilai upaya penanganan kriminalitas perlu diimbangi dengan pendekatan preventif melalui perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

“Keamanan kota tidak hanya diukur dari banyaknya operasi penertiban atau aparat yang berjaga di jalan. Keamanan yang sesungguhnya lahir ketika masyarakat memiliki pekerjaan dan penghasilan yang layak,” tutup Fahrul.