Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Sempat Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik di Jeneponto Berakhir Damai

BANTAENGNEWS.COM – JENEPONTO — Persoalan dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik yang terjadi di Jalan Poros Jeneponto–Bantaeng, tepatnya di Desa Baltar, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, akhirnya diselesaikan melalui kesepakatan damai secara kekeluargaan.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Minggu, 30 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WITA. Setelah kejadian, pihak yang merasa dirugikan melaporkan persoalan tersebut ke Polsek Batang, Polres Jeneponto.

Dalam dokumen kesepakatan perdamaian tertanggal 1 September 2026, disebutkan bahwa pihak pertama sempat mengalami rasa takut dan trauma akibat peristiwa yang terjadi.

Namun, setelah dilakukan musyawarah, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Salah satu pertimbangannya karena kedua belah pihak masih memiliki hubungan keluarga.

Kedua Pihak Sepakat Saling Memaafkan

Dalam kesepakatan tersebut, kedua belah pihak menyatakan sepakat untuk berdamai dan tidak melanjutkan persoalan yang sebelumnya dilaporkan.

Keduanya juga menyatakan telah saling memaafkan serta tidak menyimpan dendam sehubungan dengan peristiwa tersebut.

Selain itu, pihak kedua menyatakan kesediaannya untuk tidak mengulangi perbuatan atau tindakan yang dapat menyinggung perasaan pihak pertama maupun orang lain.

Kesepakatan tersebut juga memuat komitmen kedua belah pihak untuk menghormati isi perdamaian. Apabila di kemudian hari kesepakatan tersebut tidak diindahkan, para pihak menyatakan bersedia menempuh proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Perdamaian Dilakukan Secara Kekeluargaan

Proses penyelesaian persoalan tersebut dilakukan di hadapan Aiptu Hamka, S.H., selaku Kanit Reskrim Polsek Batang, serta Aipda Samsu Alam.

Kehadiran anggota kepolisian tersebut berkaitan dengan proses penyelesaian persoalan yang kemudian dituangkan dalam surat kesepakatan bersama.

Dalam dokumen tersebut, para pihak menyatakan bahwa kesepakatan dibuat atas kesadaran masing-masing dan tanpa adanya paksaan maupun bujukan dari pihak mana pun.

Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, persoalan yang sebelumnya dilaporkan kepada pihak kepolisian akhirnya diselesaikan melalui jalan damai dan kekeluargaan.