Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

KKN 116 UNHAS Kenalkan Silase sebagai Alternatif Pakan Ternak Berbasis Potensi Lokal di Batu Karaeng

BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 20 Agustus 2026— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (UNHAS) Posko Batu Karaeng 1 Tematik Pemberdayaan Desa melaksanakan pelatihan pembuatan silase pakan ternak bersama masyarakat Desa Batu Karaeng, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng pada tanggal 13 Agustus 2026, Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mendorong pemanfaatan potensi lokal sekaligus memperkenalkan teknologi sederhana pengolahan dan pengawetan pakan ternak berbahan hijauan serta limbah pertanian yang tersedia di sekitar masyarakat.

Program kerja individu ini diinisiasi oleh Rangga Reksa Yori, mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Hasanuddin sekaligus Koordinator Desa KKN 116 UNHAS Posko Batu Karaeng 1. Pelatihan melibatkan masyarakat Desa Batu Karaeng serta sejumlah mahasiswa Program Studi Peternakan dari berbagai posko KKN 116 UNHAS.

Pemilihan program tersebut tidak terlepas dari kondisi Desa Batu Karaeng yang memiliki cukup banyak masyarakat yang memelihara hewan ternak, seperti kuda, kambing, dan sapi. Kondisi ini membuat ketersediaan pakan menjadi salah satu aspek penting dalam keberlangsungan pemeliharaan ternak, terutama ketika hijauan segar sulit diperoleh dalam jumlah yang mencukupi.

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan silase, yakni pakan ternak yang diawetkan melalui proses fermentasi sehingga dapat disimpan dalam waktu lebih lama dibandingkan hijauan segar.

Tidak sekadar memberikan teori, mahasiswa mengajak masyarakat melakukan praktik secara langsung. Peserta diperkenalkan pada tahapan pengolahan bahan, pemanfaatan hijauan dan limbah pertanian, hingga proses pembuatan silase yang dapat diterapkan secara mandiri.

Pendekatan praktik dipilih agar masyarakat tidak hanya memahami konsep pembuatan silase, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat digunakan kembali untuk menyediakan cadangan pakan ternak.

Berangkat dari Potensi Peternakan Masyarakat

Rangga Reksa Yori menjelaskan bahwa gagasan pelatihan tersebut berangkat dari pengamatannya terhadap aktivitas peternakan masyarakat di Desa Batu Karaeng.

Menurutnya, potensi peternakan yang cukup besar perlu didukung dengan pengetahuan mengenai pengelolaan pakan, termasuk bagaimana memanfaatkan bahan yang tersedia sekaligus menyediakan cadangan pakan ketika hijauan segar terbatas.

“Saya melihat di Batu Karaeng cukup banyak masyarakat yang memelihara ternak, jadi menurut saya pakan ini menjadi salah satu hal yang penting. Kadang ketika hijauan sulit didapat, peternak harus punya alternatif lain. Dari situ saya pikir untuk mengenalkan silase, supaya bahan pakan yang ada bisa dimanfaatkan dan disimpan lebih lama. Jadi ketika hijauan segar terbatas, masih ada cadangan pakan yang bisa digunakan,” ujar Rangga.

Masyarakat yang hadir juga mendapatkan kesempatan berdiskusi mengenai kondisi dan kebutuhan pakan yang selama ini mereka hadapi.

Diskusi tersebut menjadikan kegiatan tidak hanya sebagai penyampaian materi, tetapi juga ruang pertukaran pengalaman antara mahasiswa dan masyarakat mengenai pengelolaan pakan ternak sesuai kondisi lingkungan desa.

Dorong Kemandirian Peternak Berbasis Potensi Lokal

Pelatihan pembuatan silase diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya para pemilik ternak di Desa Batu Karaeng.

Dengan pengetahuan mengenai teknik pengawetan pakan, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai cadangan pakan, sehingga ketergantungan terhadap ketersediaan hijauan segar setiap hari dapat dikurangi.

Program ini sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN 116 UNHAS dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Pemanfaatan hijauan dan limbah pertanian sebagai bahan pakan tidak hanya berpotensi membantu ketersediaan pakan, tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya yang tersedia di desa.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 116 UNHAS berharap pengetahuan yang telah diberikan dapat terus diterapkan masyarakat secara mandiri dan menjadi bagian dari upaya mendukung keberlanjutan usaha peternakan di Desa Batu Karaeng.

Capaian Sustainable Development Goals (SDGs):

  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
  • SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan