Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Wartawan Merak Nusantara Mengaku Diancam melalui Messenger, Sopir Ambulans RSUD Batara Guru Beri Klarifikasi

BANTAENGNEWS.COM – LUWU – Seorang wartawan media online Merak Nusantara, Daeng Naba, mengaku menerima pesan bernada ancaman melalui aplikasi Messenger dari Ashar Daus alias Aco yang disebut sebagai sopir ambulans RSUD Batara Guru Belopa. Dugaan ancaman tersebut muncul setelah pemberitaan mengenai proses pemulangan jenazah almarhumah Khaerun Nisa pada 8 Juni 2026. Sementara itu, Aco membantah sebagian isi pemberitaan sebelumnya dan memberikan klarifikasi terkait peristiwa tersebut. Minggu, 28 Juni 2026

Daeng Naba mengatakan pesan yang diterimanya berisi kata-kata kasar dan ajakan untuk bertemu di kawasan Lebani, dekat RSUD Batara Guru Belopa. Berdasarkan tangkapan layar percakapan yang diperlihatkan kepada redaksi, pengirim pesan juga mengaku pernah menjalani hukuman di Lapas Palopo serta melontarkan kalimat yang dinilai sebagai ancaman fisik.

Menurut Daeng Naba, keberatan pengirim pesan ditujukan kepada dirinya sebagai penulis berita, bukan kepada narasumber. Ia mengaku telah menawarkan hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Pers dengan memberikan nomor narasumber, namun ajakan tersebut ditolak dan pengirim justru meminta agar bertemu secara langsung.

Di sisi lain, saat dikonfirmasi secara terpisah melalui sambungan Messenger, Ashar Daus alias Aco membantah narasi yang menyebut dirinya hendak melakukan tindakan kekerasan terhadap keluarga korban.

Ia menjelaskan bahwa ambulans yang membawa jenazah almarhumah Khaerun Nisa hanya berputar balik karena diminta oleh pihak keluarga.

“Soal mobil ambulans RSUD Batara Guru yang antar jenazah almarhumah Khaerun Nisa pada Senin, 8 Juni 2026, itu cuma mau putar balik karena disuruh sama keluarga almarhumah. Tidak benar kalau sopir mau diberi bogem mentah atau dipukul. Tidak ada itu, ini cuma asumsi,” ujar Aco.

Aco juga meminta agar konfirmasi mengenai dirinya dilakukan kepada Direktur RSUD Batara Guru Belopa. Namun, terkait isi percakapan Messenger yang dipersoalkan wartawan, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Sementara itu, pihak keluarga almarhumah Khaerun Nisa melalui Arman, S.Pd.I, membenarkan bahwa ambulans yang membawa jenazah sempat berada dalam kondisi nyaris masuk ke got atau jurang ketika diminta berputar balik di tengah perjalanan.

Keterangan serupa juga disampaikan Akhmar, sepupu almarhumah, melalui komentar di media sosial Facebook. Ia menyatakan bersedia memberikan penjelasan apabila diperlukan terkait peristiwa yang dialami almarhumah setelah menjalani operasi caesar dan kista.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih menunggu keterangan resmi dari Direktur RSUD Batara Guru Belopa mengenai kronologi pemulangan jenazah serta status Ashar Daus alias Aco sebagai petugas atau sopir ambulans RSUD, termasuk klarifikasi terkait percakapan Messenger yang beredar.

Redaksi menyatakan telah mengupayakan konfirmasi kepada pihak RSUD Batara Guru Belopa sebagai bentuk pemenuhan hak jawab sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi seluruh pihak guna memperoleh informasi yang utuh, akurat, dan berimbang.

Penulis: Daeng Naba