Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Polemik Batas Waktu Konfirmasi Tim Ekspedisi Patriot 2026, Peserta Lolos Asal Unhas Merasa Dirugikan

BANTAENGNEWS.COM – MAKASSAR – Seorang peserta yang dinyatakan lolos dalam seleksi Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Tahun 2026 di bawah naungan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, Main Indra Gunawan, menyampaikan keberatan terkait diskualifikasi kepesertaannya. Selasa, 30 Juni 2026

Permasalahan ini mencuat akibat adanya ketidakjelasan informasi mengenai batas waktu konfirmasi administratif antara pihak panitia dengan mitra pelaksana.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Transmigrasi RI Nomor 128 Tahun 2026, Main Indra Gunawan secara resmi dinyatakan lolos sebagai bagian dari Tim Ekspedisi Patriot 2026.

Namun, ia mendapati dirinya dicoret dari daftar peserta karena dianggap terlambat melakukan konfirmasi.

KETIMPANGAN INFORMASI

Main Indra menjelaskan bahwa terdapat perbedaan informasi yang signifikan terkait batas akhir konfirmasi kesediaan dan pengumpulan berkas.

“Dalam notifikasi melalui email, disebutkan bahwa batas akhir adalah 16 Juni 2026 pukul 12.00 WIB. Namun, di pengumuman resmi melalui situs dan akun media sosial Instagram resmi CDC Universitas Hasanuddin (@cdc_unhas), batas akhir yang tertera adalah 16 Juni 2026 pukul 23.59 WIB,” ungkap Main Indra.

Berpegang pada pengumuman resmi di media sosial tersebut, Main Indra melakukan konfirmasi pada pukul 13.10 WIB di hari yang sama.

Tak disangka, ia justru menerima balasan email yang menyatakan bahwa konfirmasinya tidak dapat diproses karena dianggap melewati batas waktu.

UPAYA MEDIASI TAK MEMBUAHKAN HASIL

Menanggapi penolakan tersebut, Main Indra telah berupaya melakukan klarifikasi kepada pihak panitia.

Ia sempat berkomunikasi melalui sambungan telepon dengan pihak panitia dari Unhas, Ibu Naila Syahirah, pada Selasa (16/6/26).

Namun, pihak panitia menegaskan bahwa keputusan tersebut bersifat final dengan alasan telah menunjuk peserta cadangan untuk menggantikan posisinya.

Tidak puas dengan jawaban tersebut, Main Indra kemudian mendatangi langsung kantor mitra pelaksana di Universitas Hasanuddin pada tanggal 18 Juni 2026 untuk mencari solusi.

Sayangnya, ia mengaku tidak ditemui oleh panitia secara langsung, dan hanya mendapatkan respons serupa melalui perantara rekan Ibu Naila Syahirah via pesan WhatsApp.

PERMOHONAN KEADILAN

Main Indra Gunawan menegaskan bahwa ketidakteraturan informasi ini murni merupakan miskomunikasi dari pihak penyelenggara.

Ia menyayangkan sikap panitia yang tidak memberikan ruang diskusi atau mempertimbangkan fakta adanya dualisme informasi tersebut.

“Saya memohon kepada pihak terkait, baik dari Kementerian Transmigrasi RI maupun panitia di Universitas Hasanuddin, untuk meninjau kembali keputusan ini. Saya hanya meminta diberikan kesempatan untuk melanjutkan kepesertaan, mengingat ketidakterlambatan saya berdasarkan pengumuman resmi yang diunggah di kanal publik,” pungkasnya.