Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Ketua DPC LAKI-P ’45 Bantaeng Kecam Gestur Jari Tengah Saat Pengibaran Merah Putih

BANTAENNGNEWS.COM – BANTAENG, SULAWESI SELATAN — Ketua DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia Pejuang 45 (LAKI-P ’45) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Andi Sofyan Hakim, angkat bicara terkait video yang memperlihatkan seorang pejabat mengacungkan jari tengah saat prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Tribun Pantai Seruni, Kabupaten Bantaeng. kamis, 20 Agustus 2026

Andi Sofyan Hakim menyebut orang yang dimaksud hadir dalam perayaan HUT RI tersebut dan disebut sebagai staf khusus Bupati Bantaeng. Ia juga menyatakan bahwa orang tersebut merupakan keturunan Tionghoa.

“Saya tahu orang ini. Orang tersebut turunan China dan masuk dalam lingkaran Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Dia disebut sebagai staf khusus Bupati Bantaeng,” kata Andi Sofyan Hakim.

Menurut Andi Sofyan Hakim, latar belakang seseorang tidak seharusnya menjadi alasan untuk membenarkan tindakan apa pun. Yang menjadi sorotannya adalah gestur yang terlihat dalam video saat prosesi pengibaran Merah Putih berlangsung.

Saat prosesi pengibaran Merah Putih berlangsung, pejabat dan peserta lainnya terlihat mengikuti upacara dengan khidmat. Namun, dalam video yang beredar, orang tersebut terlihat mengacungkan jari tengah.

“Manusia itu hormat dulu, baru mengacungkan jari tengah. Berarti fuck kemerdekaan Indonesia bagi orang ini,” kata Andi Sofyan Hakim dengan nada geram.

Andi Sofyan Hakim menilai tindakan tersebut sangat tidak pantas dilakukan ketika Merah Putih sedang dikibarkan.

“Orang ini sangat kurang ajar. Di Barat, jari tengah itu diartikan fuck. Kalau di Bantaeng, jari itu dipakai untuk upil. Apa itu upil? Tai ngongo. Bahkan kasar lagi,” ujar Andi Sofyan Hakim.

Andi Sofyan Hakim mengaku semakin geram setelah melihat video tersebut. Menurutnya, orang yang dimaksud terlihat terlebih dahulu melakukan sikap hormat, kemudian mengacungkan jari tengah.

“Dalam video yang beredar, dia hormat dulu lalu mengacungkan jari tengah. Ini yang membuat saya sangat geram. Kalau ada marah, suruh menghadap sama saya,” tegas Andi Sofyan Hakim.

Andi Sofyan Hakim mendesak Bupati Bantaeng dan aparat penegak hukum (APH) agar tidak tinggal diam menyikapi persoalan tersebut.

“APH dan Bupati Bantaeng jangan tinggal diam. Ini bukan soal candaan. Ini menyangkut sikap ketika Sang Saka Merah Putih dikibarkan. Ini sudah jelas menjadi persoalan. Klarifikasi secara terbuka dan pertanggungjawabkan tindakan tersebut,” tegas Andi Sofyan Hakim.

Menurut Andi Sofyan Hakim, seorang pejabat yang hadir dalam kegiatan kenegaraan harus mampu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, terlebih ketika prosesi pengibaran bendera sedang berlangsung.

“Yang lain khidmat menghormati Merah Putih. Karena itu, tindakan seperti ini jangan dianggap sepele. Masyarakat berhak mendapatkan penjelasan,” pungkas Andi Sofyan Hakim.