Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Karyawan PDAM Eremerasa Bantaeng Bangkit, Harapan Baru Disematkan pada Darwis

Dewas PDAM saat berkumpul bersama karyawan PDAM

BANTAENGNEWS.COM — Suasana penuh harap dan kebersamaan terasa begitu kuat saat Dewan Pengawas PDAM Eremerasa, Darwis, mengunjungi para aliansi dan karyawan. Pertemuan yang awalnya berlangsung sederhana itu justru melahirkan sebuah kesepakatan besar: dukungan penuh kepada Darwis untuk memimpin PDAM ke arah yang lebih baik.

Dukungan tersebut bukan tanpa alasan. Di tengah berbagai dinamika yang terjadi, para karyawan melihat sosok Darwis sebagai figur yang mampu menghadirkan ketenangan sekaligus perubahan. Salah satu perwakilan aliansi dari serikat buruh dengan tegas menyuarakan sikap mereka.

“Kami sepakat mendukung Darwis menjadi Direktur PDAM. Kami butuh pemimpin yang memahami kami, yang mau mendengar,” ujar Aldi Naba dengan penuh keyakinan (6/5/2026).

Suara itu kemudian disambut oleh Irwan, karyawan di bagian teknik, yang turut menyampaikan harapannya. Baginya, Darwis bukan sekadar sosok pemimpin, melainkan figur yang layak membawa PDAM menuju masa depan yang lebih baik.

“Beliau sangat layak memimpin PDAM. Kami melihat kapasitas dan ketulusannya,” kata Irwan.

Dukungan serupa juga datang dari kalangan pemuda. Yusdanar Hakim dari Pemuda LIRA menilai Darwis sebagai sosok profesional yang memiliki integritas dalam bekerja.

“Darwis adalah figur yang profesional. Kami percaya beliau mampu membawa perubahan yang dibutuhkan,” ucapnya.

Puncak dari pertemuan itu terjadi saat semangat para karyawan tak lagi terbendung. Sorakan demi sorakan menggema, menyuarakan satu nama dengan penuh harapan.

Di tengah gelora dukungan tersebut, Darwis menyampaikan pandangannya dengan nada yang sederhana namun menyentuh. Ia menggambarkan hubungan antara pimpinan dan karyawan bukan sekadar struktur organisasi, melainkan ikatan kekeluargaan.

“Direktur itu adalah bapak, dan karyawan adalah anak. Harus saling menjaga, saling menguatkan,” ungkapnya.

Pernyataan itu seolah menjadi jawaban atas keresahan yang selama ini dirasakan. Bagi para karyawan, kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, tetapi tentang rasa memiliki, kepedulian, dan keberanian untuk berdiri bersama.

Kini, harapan itu telah disuarakan dengan lantang. Tinggal menunggu, apakah suara dari bawah ini akan benar-benar didengar dan diwujudkan.