BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, SULAWESI SELATAN – Seorang jurnalis diduga mengalami intimidasi hingga kekerasan saat menjalankan tugas peliputan terkait dugaan penjualan kembali solar bersubsidi di wilayah Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Peristiwa tersebut disebut melibatkan pihak yang diduga sebagai pelangsir BBM di kawasan SPBU Parasulla.
Ketua Pemuda LIRA Bantaeng, Andi Yusdanar Hakim, mendesak aparat penegak hukum segera mengusut dugaan penyerangan tersebut. Ia meminta polisi memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat dan memastikan perkara tersebut diproses berdasarkan bukti serta keterangan para pihak.
Menurut Andi, dugaan kekerasan terjadi ketika jurnalis tengah menjalankan peliputan mengenai aktivitas pengambilan dan penjualan kembali solar bersubsidi. Dalam proses tersebut, jurnalis disebut mendapat peringatan, ancaman hingga dugaan penganiayaan.
“Kami menduga kuat adanya jaringan mafia migas yang beroperasi dengan modus pelangsir mengambil solar subsidi di SPBU Parasulla, lalu menjualnya kembali dengan harga yang fantastis,” ujar Andi Yusdanar, Senin (17/8/2026).
Ia kemudian menyoroti dugaan tindakan kekerasan yang dialami jurnalis ketika berupaya memperoleh informasi mengenai aktivitas tersebut.
“Hal ini sangat merugikan negara dan masyarakat luas. Yang lebih memprihatinkan, ketika insan pers mencoba mengungkap fakta, justru mendapat peringatan, diancam, bahkan mengalami penganiayaan. Kami menuntut pelaku tersebut segera ditangkap dan diproses hukum seadil-adilnya,” tegas Andi Yusdanar Hakim.
Selain dugaan penganiayaan, jurnalis tersebut juga disebut mendapat tantangan untuk berkelahi dari pihak yang diduga terlibat. Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung ketika proses peliputan berlangsung.
“Siapa saja yang ingin menghalangi ini, lebih baik saya berkelahi dengan dia. Siapa saja, tanpa terkecuali,” tegasnya.
Andi menilai dugaan ancaman dan kekerasan terhadap jurnalis perlu mendapat perhatian aparat, terlebih peristiwa tersebut disebut terjadi ketika korban sedang menjalankan tugas jurnalistik.
“Memberikan ancaman terbuka dan menantang berkelahi kepada siapa pun yang menghalangi, ini bukan lagi sekadar pelanggaran penyaluran BBM, melainkan perlawanan terhadap hukum. Kami tunggu ketegasan aparat,” tambah Andi Yusdanar Hakim.
Pemuda LIRA Bantaeng meminta kepolisian menelusuri rangkaian kejadian tersebut secara menyeluruh, termasuk dugaan penganiayaan, ancaman, serta pihak yang disebut berada di lokasi ketika peristiwa berlangsung.













