BANTAENGNEWS.COM — Kabupaten Bantaeng diperkirakan segera mengalami kekosongan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) seiring berakhirnya masa jabatan Abdul Wahab pada awal Juni 2026 mendatang. Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Bantaeng belum mengumumkan secara resmi tahapan seleksi maupun nama kandidat calon Sekda definitif.
Meski demikian, sejumlah nama mulai ramai diperbincangkan di kalangan birokrasi dan masyarakat. Beberapa figur dinilai memiliki peluang besar karena pengalaman, kompetensi, dan rekam jejak kepemimpinan yang dimiliki selama berkarier di lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
Dr. Muh. Rivai Nur Dinilai Kuat di Tata Kelola Pemerintahan
Salah satu nama yang paling banyak disebut yakni Dr. Muh. Rivai Nur, SH, M.Si, CGCAE. Saat ini ia menjabat sebagai Inspektur Daerah Kabupaten Bantaeng dan pernah dipercaya menjadi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Bantaeng.
Rivai Nur dilantik sebagai Pj Sekda oleh Pj Bupati Bantaeng Andi Abubakar pada 3 Juni 2024 untuk mengisi kekosongan jabatan Sekda kala itu. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memahami sistem administrasi pemerintahan secara menyeluruh.
Selama menjabat, ia dikenal aktif mengawal koordinasi pemerintahan daerah serta menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebagai pimpinan Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP), Rivai juga berperan dalam pengawasan tata kelola keuangan dan administrasi pemerintahan daerah.
Figur kelahiran Mei 1979 itu juga memiliki sertifikasi Certified Government Chief Audit Executive (CGCAE) dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang diraih pada 2022.
Di bawah kepemimpinannya, Inspektorat Bantaeng aktif melakukan penguatan pengawasan internal, evaluasi transparansi anggaran, hingga menerima kunjungan studi banding dari daerah lain, termasuk Inspektorat Kota Kendari pada Januari 2025.
Selain dikenal tegas dalam pengawasan, Rivai disebut memiliki gaya kepemimpinan komunikatif melalui agenda briefing rutin dan coffee morning bersama jajaran internal.
dr. H. Andi Ihsan Raih Sejumlah Prestasi Nasional
Nama lain yang juga ramai diperbincangkan yakni dr. H. Andi Ihsan, M.Kes. Saat ini ia menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng.
Sebelum menjadi Kadinkes, Andi Ihsan pernah menjabat sebagai Koordinator Umum Brigade Siaga Bencana (BSB), layanan ambulans gratis yang cukup dikenal masyarakat Bantaeng.
Di bawah kepemimpinannya, sektor kesehatan Bantaeng berhasil meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional. Salah satu capaian terbaru yakni penghargaan Outstanding Public Service Innovations (OPSI) dari Kementerian PAN-RB pada Desember 2025 melalui inovasi “Kampung ASI” untuk pencegahan stunting.
Selain itu, Dinas Kesehatan Bantaeng juga meraih Diamond Award pada ajang Indonesia Healthcare Innovation Award (IHIA) VIII Tahun 2025 dalam kategori Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Prestasi lainnya meliputi penghargaan pelayanan kesehatan keluarga dari Menteri Kesehatan RI pada ajang Health Innovation Festival (HAI Fest), keberhasilan mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC), hingga penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Sejumlah kalangan menilai capaian tersebut menunjukkan kemampuan manajerial Andi Ihsan dalam membangun inovasi pelayanan publik yang berdampak langsung kepada masyarakat.
dr. H. Sultan Punya Pengalaman Panjang di RSUD
Nama berikutnya yang ikut masuk dalam radar bursa Sekda yakni dr. H. Sultan, M.Kes. Saat ini ia menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng.
Sebelumnya, dr. Sultan dikenal luas sebagai Direktur RSUD Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Bantaeng selama kurang lebih 12 tahun.
Selama memimpin rumah sakit tersebut, ia disebut berhasil menghadirkan berbagai inovasi pelayanan kesehatan dan pembangunan infrastruktur, termasuk pengembangan gedung hingga lantai delapan.
Namanya juga sempat menjadi perhatian publik saat mendampingi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke RSUD Anwar Makkatutu pada Juli 2024 lalu. Kunjungan tersebut disebut sebagai kunjungan presiden pertama ke rumah sakit itu sejak era Presiden Soekarno.
Selain itu, dr. Sultan dikenal aktif mendorong modernisasi alat kesehatan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan Kementerian Kesehatan.
Perjalanan kariernya juga sempat mengalami dinamika. Pada 2021, ia pernah mengalami demosi dari jabatan Direktur Utama menjadi Wakil Direktur RSUD sebagai bagian dari evaluasi birokrasi. Namun, ia kembali dipercaya memimpin rumah sakit tersebut sebelum akhirnya dilantik menjadi Asisten Administrasi Umum Setda Bantaeng pada April 2026 oleh Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin.
Andi Irvandi Langgara Disebut Berpengalaman di Pemerintahan
Nama lain yang mulai ramai diperbincangkan yakni Andi Irvandi Langgara, AP yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantaeng.
Andi Irvandi merupakan birokrat senior yang telah lama menduduki sejumlah jabatan strategis eselon II di lingkup Pemkab Bantaeng. Sebelum memimpin Kesbangpol, ia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Bantaeng.
Ia juga pernah dipercaya memimpin Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Bantaeng.
Pengalaman tersebut membuat namanya dinilai memiliki modal kuat dalam bursa calon Sekda Bantaeng.
Riswan Abadi dan Dinamika Gugatan Mutasi
Nama Riswan Abadi juga ikut disebut dalam bursa calon Sekda. Ia dikenal sebagai birokrat senior yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Bantaeng.
Pada 5 April 2024, Riswan resmi dilantik oleh Pj Bupati Bantaeng Dr. Andi Abubakar sebagai Asisten Administrasi Umum atau Asisten III Setda Bantaeng.
Dalam jabatan tersebut, ia bertugas mendukung kinerja Sekda dan mengoordinasikan administrasi umum perangkat daerah. Berdasarkan data Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) Badan Kepegawaian Negara (BKN), Riswan memperoleh predikat kinerja “Sangat Baik” selama tiga tahun berturut-turut.
Namun, pada Januari 2026 ia dimutasi menjadi Staf Ahli Bupati. Kebijakan tersebut kemudian berujung gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar pada April 2026.
Riswan menggugat kebijakan Bupati Bantaeng Muhammad Fathul Fauzy Nurdin atau Uji Nurdin karena menilai mutasi tersebut merupakan bentuk demosi yang tidak sesuai prosedur dan bertentangan dengan prinsip sistem merit ASN. Hingga kini, proses persidangan masih berlangsung di PTUN Makassar.
Asruddin Dinilai Berpengalaman di Bidang Perencanaan
Selain nama-nama tersebut, Asruddin, S.IP., M.Si juga disebut masuk radar calon Sekda. Saat ini ia menjabat sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bantaeng.
Sebelum menjabat Asisten I, Asruddin pernah memimpin Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantaeng.
Selama memimpin Bappeda, ia disebut berhasil membawa instansi tersebut meraih sejumlah penghargaan inovasi pelayanan publik tingkat nasional dari Kementerian PAN-RB.
Ia juga pernah menjabat Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Bantaeng serta terlibat dalam pengelolaan Brigade Siaga Bencana (BSB).
Dalam tugas pemerintahan, Asruddin aktif terlibat dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Bantaeng 2025–2045, audit interim laporan keuangan daerah bersama BPK, hingga berbagai agenda kemasyarakatan pemerintah daerah.
Selain aktif di birokrasi, Asruddin juga dikenal produktif di bidang literasi pemerintahan melalui buku berjudul Komitmen, Edukasi dan Literasi Menuju Bantaeng yang Adaptif, Inovatif dan Kolaboratif (Kelas Baik).
Penentuan Sekda Dinilai Strategis
Jabatan Sekretaris Daerah merupakan posisi strategis dalam pemerintahan daerah karena berperan sebagai koordinator administrasi pemerintahan, pelayanan publik, hingga penguatan reformasi birokrasi.
Munculnya sejumlah nama tersebut menunjukkan bursa calon Sekda Bantaeng diperkirakan akan berlangsung dinamis. Sejumlah pihak berharap figur yang nantinya terpilih mampu menjaga stabilitas pemerintahan sekaligus mendukung visi pembangunan daerah ke depan.










