BANTAENGNEWS.COM. – BANTAENG, 9 juli 2026 – Polemik distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Lambocca kembali menjadi sorotan publik. Keluhan masyarakat terkait stok BBM yang disebut cepat habis semakin menguat, seiring munculnya sejumlah pertanyaan mengenai aktivitas mobil tangki industri, dokumen faktur pengiriman, hingga mekanisme pengawasan distribusi BBM.
Ketua Pemuda LIRA Kabupaten Bantaeng, Andi Yusdanar Hakim, menilai kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian serius dari pihak berwenang. Ia menyoroti masuknya mobil tangki berwarna putih biru pada 27 Juni 2026 sekitar pukul 03.00 WITA yang disebut melakukan aktivitas pembongkaran BBM di SPBU Lambocca.
Menurut Andi yusdanar, aktivitas tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, terlebih setelah muncul dugaan adanya kejanggalan pada dokumen faktur pengiriman yang disebut tidak mencantumkan barcode, stempel, dan tanda tangan.
“Ini bukan hanya soal BBM cepat habis. Ada pertanyaan publik yang harus dijawab secara terbuka. Bagaimana alur distribusinya, siapa pemasoknya, dan apakah seluruh dokumen pendukung sudah sesuai prosedur,” ujar Andi.
Sorotan tersebut semakin menguat setelah warga kembali mempertanyakan kondisi SPBU Lambocca yang disebut mengalami kekosongan BBM dalam waktu relatif cepat.
Andi juga mempertanyakan pernyataan pengawas SPBU Lambocca, Suwardi, yang sebelumnya menyebut bahwa mobil tangki industri masuk ke SPBU sekitar empat hingga lima kendaraan dalam satu bulan.
“Kalau mobil tangki masuk empat sampai lima kali dalam sebulan, mengapa stok BBM begitu cepat habis? Bahkan masyarakat menyampaikan sekitar pukul 12 siang BBM sudah tidak tersedia. Pertanyaan sederhananya, ke mana aliran BBM tersebut dan bagaimana sistem pengawasannya?” tegas Andi.
Ia menyebut, apabila seluruh proses distribusi BBM di SPBU Lambocca berjalan normal dan sesuai aturan, maka keresahan masyarakat tidak akan muncul.
Andi mendesak Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas distribusi BBM di SPBU Lambocca.
“Kami sudah melayangkan surat. Kami berharap BPH Migas tidak hanya melihat laporan administratif, tetapi turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh proses berjalan transparan dan sesuai ketentuan,” katanya.
Selain BPH Migas, Andi juga meminta Pertamina Patra Niaga Makassar memberikan penjelasan terkait dokumen faktur yang menjadi sorotan masyarakat.
Menurutnya, pernyataan pengawas SPBU Lambocca yang menyebut bahwa faktur tersebut berasal dari Pertamina Patra Niaga Makassar perlu mendapat klarifikasi secara resmi.
“Jika benar dokumen tersebut berasal dari Pertamina Patra Niaga Makassar, maka harus dipastikan apakah administrasinya telah memenuhi standar distribusi BBM. Jangan sampai persoalan dokumen yang tidak jelas menimbulkan dugaan di tengah masyarakat,” ujar Andi.
Suwardi Benarkan Mobil Tangki Masuk Pukul 03.00 WITA
Sementara itu, pengawas SPBU Lambocca, Suwardi, saat dikonfirmasi awak media pada 30 Juni 2026 sekitar pukul 16.00 WITA di salah satu kafe di Bantaeng, membenarkan adanya mobil tangki industri yang masuk ke SPBU Lambocca pada pukul 03.00 WITA.
Suwardi menjelaskan bahwa kendaraan tersebut tidak melakukan pengisapan BBM, melainkan melakukan pembongkaran Bio Solar.
Namun, terkait dugaan pembongkaran jenis BBM lain, Suwardi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Mengenai faktur yang dipersoalkan karena disebut tidak memiliki barcode, stempel, dan tanda tangan, Suwardi mengaku pihaknya tidak melakukan pemeriksaan secara detail terhadap dokumen tersebut.
“Kami tidak pernah mengamati sampai sejauh itu. Bagi saya, kalau faktur tersebut berasal dari Pertamina Patra Niaga Makassar, legal atau ilegal tetap kami terima,” kata Suwardi.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi sorotan karena menyangkut aspek pengawasan administrasi distribusi BBM. Sebab, setiap dokumen pendukung distribusi BBM semestinya dapat dipastikan keabsahan dan kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku.
Suwardi menyarankan agar pihak yang mempertanyakan dokumen tersebut melakukan konfirmasi langsung kepada Pertamina Patra Niaga Makassar.
“Kalau mau silakan datang langsung ke Pertamina Patra Niaga Makassar untuk mempertanyakan hal tersebut,” ujarnya.
Publik Menunggu Klarifikasi Resmi
Mencuatnya persoalan SPBU Lambocca kini menjadi perhatian publik. Masyarakat menunggu langkah konkret dari pihak berwenang untuk memastikan apakah seluruh proses distribusi BBM telah berjalan sesuai aturan atau terdapat persoalan yang perlu ditindaklanjuti.
Hingga berita ini diterbitkan, klarifikasi resmi dari Pertamina Patra Niaga Makassar dan instansi pengawas terkait masih dinantikan guna menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di masyarakat.













