BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 27 juli 2026 – Aroma menyengat yang diduga berasal dari saluran limbah di sekitar Hotel Kirei dikeluhkan oleh pelaku usaha di Jalan Raya Lanto, Kelurahan Pallantikang, Kabupaten Bantaeng. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung selama beberapa pekan dan dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat serta aktivitas usaha di kawasan tersebut.
Keluhan itu disampaikan pemilik Kafe Raja Mokel, Rajamuddin Daeng Tinggi. Menurutnya, bau tak sedap tersebut telah berulang kali tercium dari saluran drainase (got) yang berada di depan lokasi usahanya. Ia menduga aroma menyengat itu berasal dari saluran pembuangan limbah Hotel Kirei. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan pembuktian oleh instansi yang berwenang.
“Sudah beberapa pekan kami merasakan bau yang sangat menyengat. Pengunjung yang datang untuk menikmati suasana di kafe sering merasa tidak nyaman. Kondisi ini tentu berdampak pada usaha kami,” ujar Rajamuddin.
Ia menegaskan, apabila kondisi tersebut terus dibiarkan tanpa penanganan, bukan hanya pelaku usaha yang dirugikan, tetapi juga masyarakat yang melintas maupun beraktivitas di sekitar lokasi.
Rajamuddin mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantaeng agar segera turun ke lapangan melakukan inspeksi dan pengujian terhadap saluran yang diduga menjadi sumber bau. Menurutnya, apabila benar ditemukan adanya pelanggaran dalam pengelolaan limbah, maka harus ada tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jangan sampai persoalan ini berlarut-larut. Lingkungan yang bersih dan sehat adalah hak masyarakat. Karena itu kami berharap pemerintah segera memastikan sumber bau tersebut dan mengambil langkah penyelesaian yang konkret,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Hotel Kirei belum memberikan tanggapan terkait dugaan tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi dari pihak hotel sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang.













