BANTAENGNEWS.COM – Momentum milad Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) di Bantaeng tidak diisi dengan agenda seremonial. Pengurus Cabang (PC) SEMMI Bantaeng memilih menyalurkan bantuan langsung kepada warga prasejahtera sebagai bentuk refleksi kondisi sosial di daerah tersebut.
Salah satu penerima bantuan adalah Ibu Saming, warga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Kondisinya mencerminkan masih adanya masyarakat yang membutuhkan perhatian di tengah berbagai program sosial yang berjalan.
Bendahara Umum PC SEMMI Bantaeng, Sumira Putri Ramadani, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar peringatan hari jadi organisasi, melainkan upaya melihat langsung realitas di lapangan.
“Ini bukan soal perayaan. Kami ingin memastikan bahwa di usia organisasi yang terus bertambah, SEMMI tetap berpihak pada masyarakat kecil yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan yang diberikan memang terbatas, namun menjadi pengingat bahwa persoalan kesejahteraan masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Langkah ini sekaligus menegaskan peran mahasiswa tidak hanya hadir dalam diskursus, tetapi juga menyentuh persoalan konkret masyarakat. Kehadiran organisasi mahasiswa, kata dia, seharusnya mampu menjadi jembatan antara realitas sosial dan dorongan perubahan.
Di sisi lain, kondisi yang dialami Ibu Saming memperlihatkan bahwa masih ada celah dalam distribusi bantuan sosial. Aksi yang dilakukan SEMMI Bantaeng diharapkan dapat mendorong perhatian lebih luas, baik dari pemerintah maupun pihak lain, terhadap warga yang belum sepenuhnya tersentuh program kesejahteraan.












