BANTAENGNEWS.COM — Menanggapi pemberitaan terkait dugaan perusakan aset negara di SD Inpres Panjang serta kisruh yang berkembang di tubuh PDAM, Wakil Bupati Bantaeng, Sahabuddin, menyampaikan hak jawabnya.
Dalam keterangannya, Sahabuddin mengimbau semua pihak agar tidak memperkeruh situasi dengan polemik yang berlarut-larut. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antar seluruh elemen masyarakat demi keberlangsungan pembangunan di Kabupaten Bantaeng.
“Iya, mohon dipahami saja, tidak usah lagi dipolemikkan. Kita harus menjaga hubungan baik semua elemen agar bisa membangun Bantaeng ini secara bersama-sama,” ujarnya saat dikonfirmasi bantaengnews.com (18/4).
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengedepankan sikap saling memahami dan tidak saling membenturkan kepentingan yang justru berpotensi menimbulkan perpecahan.
“Mari kita berprasangka baik. Jangan kita saling membenturkan. Saya mengajak, mari kita bersatu, jaga solidaritas, saling memahami,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Sahabuddin menegaskan bahwa apabila terdapat hal-hal yang dianggap tidak berkenan, sebaiknya diselesaikan melalui dialog yang damai dan beradab, bukan melalui polemik di ruang publik.
“Kalau pun ada yang tidak berkenan, mari kita bicarakan secara damai, beradab, sambil menikmati kopi. Itu lebih baik. Jangan lagi dipelintir,” tegasnya.
Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk klarifikasi sekaligus ajakan kepada seluruh pihak agar tetap menjaga kondusivitas daerah serta mengedepankan komunikasi yang sehat dalam menyikapi berbagai persoalan yang ada.
(Abdul Kahar)












