Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Peredaran Rokok Ilegal di Bulukumba Kembali Mencuat, Aktivis Desak Kapolres Baru Bertindak Tegas

BANTAENGNEWS.COM – BULUKUMBA, SULAWESI SELATAN – Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Bulukumba kembali menjadi sorotan tajam. “Pemuda Kabupaten Bulukumba, Impi Puto Sambu”, secara terbuka mendesak aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam menghadapi dugaan peredaran rokok tanpa cukai yang disebut masih beredar di tengah masyarakat. Jumat, 14 Agustus 2026

Impi Puto Sambu bahkan menantang Kapolres Bulukumba yang baru untuk menunjukkan komitmen nyata dalam memberantas peredaran rokok ilegal, termasuk merek yang disebut-sebut beredar seperti 68, Lucca, Rocker, Smith, dan lainnya.

“Kami menantang Kapolres Bulukumba yang baru untuk membuktikan keberaniannya. Jangan hanya bicara penegakan hukum, tetapi tunjukkan dengan tindakan nyata di lapangan,” tegas Impi.

Menurutnya, persoalan rokok ilegal bukan perkara sepele. Selain berpotensi merugikan penerimaan negara dari sektor cukai, peredarannya juga dapat menciptakan persaingan tidak sehat bagi pelaku usaha yang menjalankan kewajibannya secara resmi.

Ia meminta aparat melakukan penelusuran terhadap jalur distribusi, pemasok, hingga pihak-pihak yang diduga menjadi pemain utama, bukan kepada terhadap pengecer di lapangan.

“Kalau memang serius memberantas rokok ilegal, jangan berhenti di tingkat penjual kecil. Bongkar dari hulunya. Siapa pemasoknya, dari mana barang masuk, dan siapa yang bermain di belakangnya harus diungkap secara terang,” lanjutnya.

Sebagai Pemuda Bulukumba,Impi berharap Kapolres yang baru menjadikan pemberantasan peredaran rokok ilegal sebagai salah satu bentuk awal pembuktian komitmen terhadap penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan.

jangan biarkan Bulukumba menjadi pasar bebas bagi peredaran rokok ilegal. Aparat ditunggu keberaniannya, masyarakat menunggu hasilnya. terangnya