Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Menjaga Khittah Pendidikan dan Marwah Almamater, Catatan Kritis dan Reflektif Andry Jusliandi Terhadap Pilrek Universitas Negeri Makassar*

BANTAENGNEWS.COM – MAKASSAR – Perjalanan sejarah Universitas Negeri Makassar (UNM) sebagai kawah candradimuka pemikiran dan pencetak insan akademis kini tiba pada persimpangan sejarah yang amat krusial. Momentum Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM bukan sekadar prosedur administratif rotasi kekuasaan, melainkan ikhtiar kolektif untuk menegakkan marwah keilmuan dan menentukan arah peradaban kampus di masa depan. 4 Agustus 2026

Dinamika suksesi kepemimpinan ini memanggil kesadaran moral Andry Jusliandi,  salah seorang alumni Universitas Negeri Makassar. Melalui pernyataan resminya, ia menyampaikan pandangan reflektif yang murni berangkat dari panggilan nurani dan tanggung jawab moral seorang individu alumni, tanpa bermaksud mengatasnamakan institusi atau entitas organisasi alumni mana pun.

Dalam keterangannya, Andry Jusliandi menekankan bahwa spirit Pemilihan Rektor harus senantiasa berpijak pada nilai-nilai independensi, objektivitas, dan kebenaran ilmiah yang menjadi khittah dasar perguruan tinggi.

“sebagai bagian dari alumni yang pernah ditempa dalam rahim akademik UNM, saya memandang momentum Pilrek ini sebagai ujian atas kematangan berdemokrasi civitas akademika. Kampus adalah benteng terakhir moral bangsa. Oleh karena itu, seluruh proses suksesi ini harus diselenggarakan secara jujur, adil, transparan, dan berkeadaban, serta bebas dari segala bentuk pragmatisme yang berpotensi mencederai nilai-nilai akademis,” tegas Andry Jusliandi.

Lebih lanjut, ia menekankan perlunya seluruh elemen universitas mulai dari Senat Akademik hingga mahasiswa untuk senantiasa merawat iklim ilmiah yang sejuk, kondusif, dan berorientasi pada gagasan (ideopolitor).

“Suksesi kepemimpinan adalah sarana adu ide, visi, dan rekam jejak kepemimpinan yang berorientasi pada kemajuan institusi. Siapa pun insan terbaik yang kelak ditakdirkan memegang pimpinan almamater, beliau haruslah figur yang berintegritas tinggi, berjiwa pengabdian, serta siap membawa UNM melompat lebih jauh dalam mewujudkan insan cita dan kejayaan pendidikan nasional,” lanjutnya.

Melalui ini, Andry Jusliandi mengajak seluruh komponen almamater untuk mengawal momentum ini dengan penuh kearifan, menjunjung tinggi persaudaraan akademis, serta memastikan Universitas Negeri Makassar tetap berdiri tegak sebagai menara air bagi kemajuan bangsa.