Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

SAWAH ERASAYYA MULAI KERING, ALARM KRISIS AIR PERTANIAN BANTAENG BERBUNYI

BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 18 juli 2026 — Ancaman kekeringan mulai membayangi sektor pertanian Kabupaten Bantaeng. Di Dusun Erasayya, Desa Biangkeke, Kecamatan Pa’jukukang, lahan persawahan milik petani mulai mengalami kekurangan pasokan air.

Kondisi ini menjadi alarm awal di tengah musim kemarau yang mulai menunjukkan dampaknya. Persoalan air yang mulai menghantam lahan pertanian berpotensi menjadi ancaman serius apabila tidak segera diantisipasi dengan langkah konkret dan terukur.

Bagi petani di Erasayya, air bukan sekadar kebutuhan tambahan. Air menjadi penentu hidup matinya lahan pertanian.

Di satu sisi, petani tetap dituntut menjaga produktivitas dan keberlangsungan pangan. Namun di sisi lain, mereka harus berhadapan dengan kondisi alam yang semakin sulit diprediksi serta keterbatasan sumber air.

Pertanyaannya, sampai kapan petani harus menghadapi persoalan kekeringan dengan cara bertahan sendiri?

Kondisi di Dusun Erasayya seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah. Sebab, jika musim kemarau semakin tajam dan pasokan air terus menurun, bukan tidak mungkin persoalan ini berkembang menjadi krisis yang berdampak langsung terhadap produksi pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Pemerintah diharapkan tidak menunggu hingga sawah benar-benar kering dan petani mengalami gagal produksi. Solusi jangka panjang dinilai harus mulai dipikirkan dan dipersiapkan sejak sekarang.

Salah satu langkah yang diharapkan adalah penggalian sumur bor dalam di wilayah pertanian yang mengalami keterbatasan sumber air. Pemetaan wilayah rawan kekeringan, pembangunan sumber air alternatif, serta penguatan infrastruktur irigasi juga dinilai penting untuk menghadapi ancaman kemarau yang semakin berat.

Petani tidak meminta dikasihani. Mereka membutuhkan solusi agar tetap bisa bekerja dan mempertahankan lahan pertaniannya.

Di tengah ancaman kekeringan, semangat petani Dusun Erasayya diharapkan tidak ikut mengering. Para petani tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga produksi pangan dan keberlangsungan pertanian.

“Kemarau boleh menguji petani, tetapi jangan sampai petani dibiarkan menghadapi persoalan air seorang diri. Pemerintah harus hadir dengan solusi nyata. Jangan menunggu krisis terjadi baru bergerak,” demikian harapan yang disampaikan.

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah. Sebab, ketika air mulai hilang dari lahan pertanian, yang terancam bukan hanya sawah dan hasil panen, tetapi juga masa depan ketahanan pangan Kabupaten Bantaeng.