BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG – Keluhan terhadap pelayanan air bersih Perumda PDAM Tirta Eremerasa Kabupaten Bantaeng kembali disampaikan pelanggan. Seorang warga Talatala, Kelurahan Bonto Rita, Kecamatan Bissappu, mengaku mengalami gangguan aliran air yang hingga kini belum mendapatkan penyelesaian meski telah beberapa kali melakukan pengaduan.
Hasni, warga RT 01/RW 10, Jalan Kareangkasia, Tala – tala, mengatakan air PDAM di rumahnya tidak mengalir secara normal sejak 9 Juni 2026. Menurutnya, persoalan tersebut telah beberapa kali disampaikan kepada pihak PDAM, baik melalui pengaduan langsung maupun penyampaian keluhan di media sosial.
“Sebelum saya unggah video ke Facebook, suami saya yang bernama Jannuar sudah beberapa kali mengadukan langsung ke kantor PDAM. Namun sampai saat itu belum ada hasil penyelesaian. Karena tidak ada kepastian, akhirnya saya mengunggah video sebagai bentuk kekecewaan atas pelayanan yang kami alami,” ujar Hasni saat dikonfirmasi awak media.
Hasni menjelaskan, setelah video tersebut beredar di media sosial, petugas PDAM bernama Wahyu bersama beberapa rekannya kemudian datang melakukan pemeriksaan dan perbaikan jaringan.
“Tidak lama setelah video saya unggah, anggota PDAM atas nama Wahyu bersama rekan-rekannya datang memperbaiki saluran. Setelah dilakukan perbaikan, air akhirnya kembali mengalir,” jelasnya.
Namun, menurut Hasni, kondisi tersebut hanya berlangsung sementara. Setelah sekitar tiga hari air kembali mengalir, distribusi air kembali terhenti.
“Setelah tiga hari mengalir, air berhenti lagi. Saat itu saya tidak langsung mengunggah video lagi karena masih mencoba bersabar dan menunggu ada penyelesaian,” katanya.
Hasni mengungkapkan, berdasarkan penjelasan petugas PDAM saat itu, gangguan aliran disebut terjadi karena adanya informasi bahwa terdapat warga di wilayah Bonde yang menutup saluran air menuju arah Tala – tala.
“Alasan yang disampaikan saat itu, karena ada warga Bonde yang menutup saluran air menuju arah Talatala sehingga aliran air kembali terganggu,” ungkapnya.
Dua minggu kemudian, tepatnya pada 9 Juni 2026, menurut Hasni, petugas PDAM bernama Wahyu kembali datang melakukan perbaikan pada saluran induk. Setelah perbaikan tersebut, air kembali mengalir.
“Setelah saluran induk diperbaiki pada 9 Juni, air kembali mengalir. Namun tepat tanggal 12 Juni 2026, air kembali berhenti mengalir hingga sekarang,” ujarnya.
Hasni mengatakan, dirinya telah kembali melakukan upaya pengaduan setelah aliran air kembali terhenti. Dalam rentang waktu 12 Juni hingga 8 Juli 2026, ia mengaku telah dua kali mendatangi pihak PDAM untuk menyampaikan keluhan.
“Yang pertama saya hanya bertemu Wahyu di luar kantor PDAM. Kemudian yang kedua saya datang langsung ke loket pengaduan. Namun sampai saat ini air belum juga mengalir,” katanya.
Ia menegaskan, keluhan tersebut bukan bertujuan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk tuntutan pelanggan terhadap pelayanan yang menjadi haknya sebagai pengguna layanan air bersih.
“Saya hanya meminta hak saya sebagai konsumen. Saya selalu membayar tagihan PDAM setiap bulan tepat waktu. Kami memahami mungkin ada kendala teknis, tetapi kami juga membutuhkan kepastian kapan pelayanan air bisa kembali normal,” tegas Hasni.
Menurut Hasni, gangguan air tersebut bukan hanya terjadi sekali. Dalam hampir satu tahun terakhir, distribusi air di wilayah tempat tinggalnya disebut sering mengalami gangguan dengan pola aliran yang tidak stabil.
“Kadang air mengalir hanya satu hari, lalu berhenti lagi selama satu minggu. Pernah juga mengalir setengah hari kemudian mati sampai dua minggu. Kondisinya seperti ada dan tidak ada,” ungkapnya.
Warga berharap manajemen Perumda PDAM Tirta Eremerasa Kabupaten Bantaeng dapat segera melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi air di wilayah Talatala, memberikan penjelasan kepada pelanggan, serta memastikan pelayanan air bersih kembali berjalan normal.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Perumda PDAM Tirta Eremerasa Kabupaten Bantaeng masih diberikan ruang untuk menyampaikan klarifikasi maupun hak jawab guna memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat.













