Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Musda III HNSI Sulsel Tetapkan Andi Iwan Darmawan Aras sebagai Ketua Periode 2026–2031

BANTAENGNEWS.COM – Makassar — Musyawarah Daerah (Musda) III Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulawesi Selatan resmi menetapkan Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) sebagai Ketua DPD HNSI Sulsel periode 2026–2031.

Pemilihan berlangsung secara aklamasi dalam forum Musda yang digelar di Hotel Claro Makassar, Sabtu (20/6/2026) malam.

Musda III HNSI Sulsel mengusung tema “HNSI Sulsel Solid Bergerak dan Berdampak”, yang menjadi momentum konsolidasi organisasi nelayan di Sulawesi Selatan sekaligus merumuskan arah perjuangan dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan serta memperkuat ekonomi maritim daerah.

Aklamasi dan Soliditas Organisasi

Proses pemilihan ketua berlangsung cepat dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HNSI kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan secara bulat memberikan dukungan kepada Andi Iwan Darmawan Aras untuk memimpin organisasi lima tahun ke depan.

Kesepakatan aklamasi tersebut mencerminkan soliditas internal organisasi serta besarnya harapan terhadap kepemimpinan baru dalam membawa HNSI Sulsel lebih progresif dan berdampak.

Fokus Kesejahteraan Nelayan

Dalam sambutannya usai terpilih, Andi Iwan Darmawan Aras menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan nelayan di Sulawesi Selatan.

Ia menyebutkan masih terdapat sekitar 28 ribu nelayan yang berada dalam kategori miskin hingga miskin ekstrem, sehingga membutuhkan perhatian serius dan intervensi lintas sektor.

“HNSI Sulsel akan memperkuat akses nelayan terhadap program pemerintah, pendampingan usaha, serta pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, HNSI Sulsel juga berkomitmen memberikan edukasi serta pendampingan hukum bagi nelayan yang kerap menghadapi persoalan regulasi, khususnya terkait alat tangkap dan aktivitas penangkapan ikan.

Penguatan Ekonomi Maritim dan Ketahanan Pangan

Musda III juga menegaskan peran strategis nelayan sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya penyediaan sumber protein bagi masyarakat.

Di bawah kepengurusan baru, HNSI Sulsel berencana memperluas akses pasar serta membuka peluang ekspor hasil perikanan guna meningkatkan nilai ekonomi produk nelayan.

Organisasi juga mendorong dukungan pemerintah pusat dan kementerian terkait untuk menghadirkan sarana dan prasarana penangkapan ikan yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.

Selain itu, HNSI Sulsel akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), dalam mendukung program pemberdayaan seperti Kampung Nelayan Merah Putih, serta pengembangan sektor perikanan tangkap dan budidaya.

Rumah Besar Pelaku Kelautan

Melalui Musda III ini, HNSI Sulsel diharapkan tidak hanya menjadi wadah perjuangan nelayan, tetapi juga berkembang sebagai rumah besar bagi pembudidaya ikan, petambak, pelaku usaha perikanan, dan seluruh pemangku kepentingan sektor kelautan di Sulawesi Selatan.

Kepemimpinan baru periode 2026–2031 diharapkan mampu memperkuat posisi nelayan dalam pembangunan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi maritim yang inklusif dan berkelanjutan.