BANTAENGNEWS.COM — Kabupaten Bantaeng mulai memasuki masa transisi menuju musim kemarau secara bertahap pada periode Mei hingga Juni 2026. Hal tersebut mengacu pada prakiraan BMKG Wilayah IV Makassar yang menyebut sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan mulai mengalami perubahan pola cuaca dari musim hujan menuju musim kering.
Secara klimatologis, perubahan musim ini ditandai dengan mulai menurunnya intensitas curah hujan di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Bantaeng. Area pesisir diperkirakan menjadi wilayah yang lebih awal merasakan kondisi udara yang lebih kering dibanding wilayah lainnya.
BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Kabupaten Bantaeng akan terjadi pada Agustus 2026, ketika curah hujan berada pada titik paling rendah sepanjang tahun.
Selain itu, musim kemarau di wilayah Bantaeng diperkirakan berlangsung selama sekitar enam bulan, dimulai sejak Mei hingga awal November 2026.
Tahun ini, kondisi kemarau juga diperkirakan memiliki karakteristik yang berbeda dibanding beberapa tahun sebelumnya. BMKG menyebut terdapat potensi musim kemarau yang lebih kering dan cenderung lebih panjang akibat pengaruh fenomena El Niño yang masih memberi dampak terhadap pola cuaca global.
Meski demikian, masyarakat diimbau tidak langsung menganggap hujan telah berakhir sepenuhnya. Gangguan atmosfer jangka pendek yang masih terjadi pada pertengahan Mei berpotensi memicu hujan anomali lokal di sejumlah titik sebelum musim kemarau benar-benar menetap.
Pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan mulai melakukan langkah antisipasi, terutama dalam pengelolaan sumber daya air, sektor pertanian, serta mitigasi potensi kekeringan yang dapat muncul selama periode kemarau berlangsung.
Sumber: BMKG Wilayah IV Makassar dan sejumlah data klimatologi












