BANTAENGNEWS.COM — Kepala Bagian Teknik PDAM Tirta Eremerasa, Rivanova Iskandi, mengungkapkan solusi perbaikan pipa Perumda Air Minum di Desa Kampala, Kecamatan Eremerasa, yang mengalami kebocoran sehingga harus dilakukan pengerjaan ulang.
Ia menegaskan bahwa pengerjaan pipa tidak boleh dilakukan secara asal-asalan dan harus ditangani oleh tenaga profesional di bidangnya.
“Pengerjaan pipa tidak boleh asal-asalan. Ini harus dikerjakan oleh tenaga profesional karena akan berdampak pada pembengkakan biaya perusahaan secara terus-menerus,” tegas pria yang akrab disapa Karaeng Kandi itu, Selasa (12/5/2026).
Karaeng Kandi mengungkapkan bahwa di beberapa titik terdapat transblok yang mengalami kerusakan. Menurutnya, transblok memiliki fungsi penting untuk meredam getaran serta menopang beban berat pipa agar jalur distribusi tetap stabil.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa posisi pipa sebelum rusak berada pada titik yang lebih tinggi. Namun saat dilakukan pengerjaan, posisi pipa justru dipasang lebih rendah dari kondisi sebelumnya sehingga menimbulkan beban tarik pada pipa.
“Karena beban tanggung pipa cukup berat, pipa tertarik ke bagian yang lebih rendah. Posisi pipa itu harus diukur menggunakan GPS agar bisa seimbang,” jelasnya.
Meski begitu, Karaeng Kandi tidak menampik bahwa pengerjaan pipa tetap membutuhkan rekomendasi dari direktur utama. Namun, melihat kondisi yang terjadi saat ini, ia menyebut Bupati selaku KPM dapat memberikan instruksi langsung.
“Kalau melihat kondisi yang terjadi, Bapak Bupati sebagai KPM dapat memerintahkan kami langsung untuk memperbaiki kerusakan pipa di Eremerasa,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Kabag Teknik PDAM Bantaeng juga mengungkapkan bahwa kerusakan pipa tersebut dapat diperbaiki tanpa campur tangan pihak lain.
“Bisa diperbaiki tanpa campur tangan pihak luar, kami siap mengerjakan. Namun saat ini kami masih menunggu perintah langsung dari beliau (Bupati),” pungkasnya.










