BANTAENGNEWS.COM — Upaya mendorong ruang ekspresi kreatif yang inklusif dan berdaya saing bagi mahasiswa terus diperkuat melalui kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra Kampus Kota Makassar dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Universitas Ciputra Kampus Kota Makassar, Jl. Sunset Boulevard, CitraLand City CPI, Makassar, Rabu (15/4/2026), bertepatan dengan pembukaan kegiatan tahunan bertajuk Kasat Mata 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Dialectical Euphoria” ini bertujuan untuk mendorong perkembangan dunia desain dan industri kreatif, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Selain menjadi ajang apresiasi karya, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan.
Penandatanganan kerja sama terkait pengembangan Desa Kreatif di Kabupaten Bantaeng dilakukan langsung oleh Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin.
Melalui kerja sama ini, pemerintah daerah bersama pihak kampus berkomitmen untuk memperkuat potensi lokal berbasis kreativitas masyarakat, sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan Kasat Mata 2026 sendiri mencakup tiga program utama, yakni Mata-Mata berupa pameran karya mahasiswa, Kisi-Kisi yang menghadirkan sesi berbagi pengetahuan bersama praktisi dan profesional, serta Reka-Reka berupa workshop kolaboratif lintas disiplin.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 April 2026, dengan melibatkan berbagai pihak dari kalangan akademisi, praktisi kreatif, hingga pemerintah daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir ide-ide segar dan inovatif yang mampu memperkuat daya saing sektor kreatif, sekaligus mendorong pengembangan desa kreatif sebagai salah satu pilar pembangunan di Kabupaten Bantaeng.












