Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Merawat Martabat di Usia Senja, Semangat Lansia Bantaeng Tak Pernah Pudar

BANTAENGNEWS.COM – Pagi yang cerah di kawasan Tribun Pantai Seruni, Senin (8/6), menjadi saksi semangat para lanjut usia yang berkumpul dalam Peringatan Hari Lansia Nasional (HLN) ke-30 tingkat Kabupaten Bantaeng. Di tengah semilir angin pantai, ratusan lansia hadir dengan wajah ceria, menunjukkan bahwa usia senja bukanlah penghalang untuk tetap aktif, sehat, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Peringatan yang mengusung tema “Lansia Terawat Indonesia Bermartabat, Lansia Sehat untuk Indonesia yang Berdaya” itu bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus bentuk penghargaan kepada para orang tua yang telah mengabdikan sebagian besar hidup mereka untuk keluarga, masyarakat, dan pembangunan daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng sekaligus Penasehat Himpunan Lansia Sayang Bunda Kabupaten Bantaeng, Ny. Gunya Paramasukhaputri. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya peningkatan kesejahteraan para lansia di daerah berjuluk Butta Toa itu.

Bagi masyarakat Bantaeng, para lansia bukan sekadar kelompok usia yang telah memasuki masa pensiun. Mereka adalah saksi perjalanan sejarah daerah, penyimpan pengalaman hidup, sekaligus sumber kearifan yang tak ternilai.

Pesan itulah yang disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, H. Muhammad Tafsir, saat mewakili Bupati Bantaeng. Menurutnya, para lansia merupakan aset sosial yang sangat berharga karena telah memberikan banyak kontribusi dalam perjalanan pembangunan daerah.

“Momentum Hari Lansia Nasional ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menghargai, menghormati, dan belajar dari para lansia. Mereka telah memberikan karya dan pengabdian yang layak diapresiasi. Kehadiran dan peran aktif para lansia juga sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni Bantaeng Bangkit, Maju, dan Religius,” ujarnya.

Di balik usia yang terus bertambah, semangat para lansia Bantaeng ternyata masih menyala. Hal itu tergambar dari berbagai aktivitas yang rutin dilakukan Himpunan Lansia Sayang Bunda Kabupaten Bantaeng. Mulai dari rapat koordinasi bulanan, senam lansia, hingga pemeriksaan kesehatan berkala menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas hidup para anggotanya.

Ketua Lansia Kabupaten Bantaeng, Hj. Andi Sinasari, menegaskan bahwa lansia tidak boleh dipandang sebelah mata. Baginya, menjadi tua adalah sebuah keniscayaan yang akan dialami setiap manusia, sementara usia hanyalah angka yang tidak menentukan semangat seseorang untuk tetap berkarya.

Dengan penuh harap, ia meminta agar perhatian terhadap kebutuhan lansia terus ditingkatkan, khususnya dalam pelayanan kesehatan. Dukungan dari instansi terkait seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Kesehatan, hingga rumah sakit dinilai sangat penting agar para lansia dapat memperoleh layanan yang lebih optimal.

“Sekarang ini kami dari lansia telah melakukan banyak kegiatan. Karena itu kami berharap dinas-dinas yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat dapat memberikan pemeriksaan kesehatan yang lebih lengkap kepada kami,” ungkapnya.

Peringatan Hari Lansia Nasional di Bantaeng tahun ini menjadi pengingat bahwa usia senja bukan akhir dari pengabdian. Justru pada fase inilah pengalaman, keteladanan, dan kebijaksanaan para lansia menjadi bekal berharga bagi generasi penerus.

Di tengah arus perubahan zaman yang begitu cepat, para lansia tetap berdiri sebagai penjaga nilai-nilai kehidupan. Mereka mengajarkan bahwa produktivitas tidak selalu diukur dari usia, melainkan dari semangat untuk terus memberi makna bagi lingkungan sekitar.

Dari Pantai Seruni, pesan itu bergema jelas: merawat lansia bukan hanya soal memenuhi kebutuhan mereka, tetapi juga menjaga martabat dan menghormati jasa-jasa yang telah mereka persembahkan sepanjang hidup.