Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Dari Ruang Jurnalistik ke Gelar Doktor, Jejak Inspirasi Firmansyah Meraih Puncak Akademik

BANTAENGNEWS.COM – Senyum lega tampak menghiasi wajah Firmansyah Koesyono Efendi usai menyelesaikan ujian terbuka promosi doktor di Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, pada 2 Juni 2026. Setelah melalui perjalanan panjang yang penuh tantangan, pria yang akrab disapa Firmansyah itu akhirnya resmi menyandang gelar Doktor di bidang Pendidikan Dasar.

Namun bagi Firmansyah, keberhasilan tersebut bukan semata hasil kerja keras pribadi. Di balik toga doktor yang kini dikenakannya, tersimpan kisah tentang dukungan, nasihat, dan keteladanan dari orang-orang yang pernah hadir dalam perjalanan hidupnya.

Salah satu sosok yang paling membekas dalam ingatannya adalah Alimin DS, wartawan senior asal Kabupaten Bantaeng yang kini menjabat Ketua DPD Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kabupaten Bantaeng.

Perjalanan itu bermula ketika Firmansyah masih menjadi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar. Saat itu, ia tidak hanya sibuk menimba ilmu di bangku kuliah, tetapi juga berusaha memperluas pengalaman melalui berbagai aktivitas organisasi dan jurnalistik.

Masa mengenal Alimin DS

Bagi Firmansyah, Alimin bukan sekadar wartawan senior. Sosok tersebut hadir sebagai mentor yang membuka cakrawala berpikirnya tentang dunia profesional, pentingnya jaringan, dan bagaimana pengalaman lapangan dapat menjadi modal berharga untuk masa depan.

“Saya mengenal beliau sebagai sosok yang selalu memberikan motivasi dan dorongan untuk terus belajar. Saat masih kuliah, saya diajak memahami bagaimana bekerja secara profesional, membangun jaringan, serta memanfaatkan pengalaman lapangan sebagai bekal masa depan,” kenangnya.

Dunia jurnalistik kemudian menjadi salah satu ruang belajar yang turut membentuk karakter Firmansyah. Ia aktif dalam berbagai kegiatan pers dan bergabung sebagai pengurus JOIN Kabupaten Bantaeng.

Dari organisasi itu, ia tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga pelajaran hidup yang terus melekat hingga sekarang.

Menurutnya, Alimin DS selalu menanamkan nilai konsistensi, tanggung jawab, dan komitmen dalam setiap amanah yang diemban. Nilai-nilai tersebut kelak menjadi bekal penting saat ia menghadapi berbagai tantangan, baik dalam pekerjaan maupun saat menempuh pendidikan hingga jenjang doktoral.

“Saya banyak belajar dari Pak Alimin, terutama tentang konsistensi, tanggung jawab, dan komitmen dalam menjalankan amanah. Nilai-nilai itu sangat membantu saya dalam menyelesaikan berbagai tantangan, baik dalam pekerjaan maupun pendidikan,” ujarnya.

Di tengah kesibukan akademik dan profesinya sebagai pendidik, Firmansyah mengaku masih mengingat satu pesan sederhana yang berulang kali disampaikan mentornya itu: menjalani kehidupan dengan kesabaran dan ikhtiar.

Kalimat tersebut mungkin terdengar sederhana. Namun bagi Firmansyah, pesan itu menjadi pegangan dalam setiap fase kehidupan, termasuk ketika menghadapi proses panjang penyusunan disertasi yang berjudul “Pengembangan Media Pembelajaran Visual Berbasis Kearifan Lokal A’rera untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Tanggung Jawab Sosial pada Pembelajaran IPAS Kelas IV Sekolah Dasar.”

“Beliau selalu berpesan kepada saya agar menjalani kehidupan dengan sabar dan ikhtiar. Pesan sederhana itu terus saya pegang hingga hari ini dan menjadi bekal dalam setiap langkah yang saya tempuh,” tuturnya.

Perjalanan menuju gelar doktor memang tidak selalu mudah. Ada proses panjang, pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran yang harus dilalui. Namun di setiap tantangan itu, Firmansyah merasa selalu memiliki sumber motivasi untuk terus melangkah.

Baginya, Alimin DS adalah salah satu figur yang turut menguatkan keyakinannya bahwa setiap cita-cita dapat diraih melalui kerja keras dan ketekunan.

“Bagi saya, pesan-pesan yang disampaikan Pak Alimin menjadi energi dan motivasi untuk terus berkarya di mana pun berada. Beliau bukan hanya seorang wartawan senior, tetapi juga sosok pembimbing yang selalu mendorong generasi muda untuk berkembang dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita,” katanya.

Kisah Firmansyah menunjukkan bahwa keberhasilan tidak pernah lahir dari satu perjalanan yang ditempuh sendirian. Di balik setiap pencapaian, selalu ada tangan-tangan yang membimbing, memberi semangat, dan membuka jalan bagi generasi berikutnya.

Keberhasilannya meraih gelar doktor menjadi bukti bahwa perpaduan antara pendidikan, pengalaman organisasi, serta bimbingan para senior mampu melahirkan pribadi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga siap memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Dan di antara lembar-lembar perjalanan itu, nama Alimin DS menjadi salah satu bagian penting yang ikut mengukir kisah sukses seorang anak daerah hingga mencapai puncak akademik.