Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Lawan Manipulasi Digital, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UINAM Gelar Workshop Literasi Media

workshop literasi media di SMA Negeri 8 Gowa, Jumat (8/5/2026)

BANTAENGNEWS.COM — Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar menggelar workshop literasi media di SMA Negeri 8 Gowa, Jumat (8/5/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Navigasi di Era Post-Truth: Seni Membedakan Fakta dan Manipulasi Digital”.

Workshop ini digelar sebagai bentuk edukasi kepada siswa dalam menghadapi derasnya arus informasi digital dan maraknya manipulasi informasi di media sosial. Kegiatan berlangsung dengan antusias dan melibatkan siswa secara aktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab.

Perwakilan guru SMA Negeri 8 Gowa, Naing, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar yang telah menghadirkan kegiatan edukatif di lingkungan sekolah. Menurutnya, workshop tersebut sangat bermanfaat bagi siswa dalam memahami cara memilah informasi yang beredar di ruang digital.

“Kegiatan seperti ini sangat penting agar siswa mampu memahami dan membedakan informasi yang benar dengan informasi yang menyesatkan di media sosial,” ujarnya (8/5/2026).

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Dosen Pengampu mata kuliah Teknik Presentasi dan Negosiasi, Suryani Musi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menghubungkan teori komunikasi dengan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat di era digital saat ini.

Materi pertama dibawakan oleh Dea Audia Elsaid, M.Ikom dengan tema “Navigasi di Era Post-Truth”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan perubahan pola penyebaran informasi di media digital yang membuat batas antara fakta dan opini semakin kabur akibat pengaruh algoritma media sosial.

Ia juga mengajak para siswa untuk lebih kritis dalam menerima informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh sentimen yang berpotensi menggiring opini publik.

Sementara itu, pada sesi kedua, Suryani Musi, S.Ikom membawakan materi bertajuk “Kamu Boleh Viral, Tapi Harus Benar”. Ia menekankan bahwa popularitas di media sosial harus tetap dibarengi dengan tanggung jawab dan integritas dalam menyampaikan informasi.

“Menjadi viral itu boleh, tetapi kebenaran informasi tetap harus menjadi prioritas,” katanya di hadapan peserta workshop.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif terkait fenomena disinformasi dan etika bermedia sosial. Para siswa tampak aktif bertanya mengenai cara menjaga keakuratan informasi di tengah persaingan konten digital yang semakin ketat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi FDK UIN Alauddin Makassar berharap para siswa mampu meningkatkan kemampuan literasi digital serta menjadi generasi yang lebih kritis dan bijak dalam menggunakan media sosial.