Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Gabungan Aliansi dan Karyawan PDAM Pukul Mundur Dirut di Depan Kantor, Suasana Haru dan Tegang Tak Terhindarkan

Suasana yang sempat memanas saat direktur PDAM berusaha memasuki halaman kantor.

BANTAENGNEWS.COM — Suasana haru bercampur tegang menyelimuti halaman kantor PDAM Tirta Eremerasa, di Jalan Gagak, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Rabu (6/5/2026). Gabungan Aliansi PDAM bersama puluhan karyawan dan karyawati dengan tegas memukul mundur Direktur Utama PDAM, Suwardi, saat mencoba memasuki area kantor.

Aliansi yang terdiri dari berbagai elemen, mulai dari aktivis buruh, mahasiswa, hingga praktisi hukum, bersatu bersama para pegawai dalam satu suara: penolakan terhadap kepemimpinan Suwardi yang baru saja diangkat melalui Surat Keputusan Bupati tertanggal 4 Mei 2026.

Teriakan histeris dari sejumlah karyawati pecah di tengah kerumunan. Dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar, mereka menyuarakan kekecewaan dan kegelisahan yang selama ini terpendam. Suara mereka bersahut-sahutan dengan orasi dari para demonstran yang menggunakan megafon, menciptakan gelombang emosi yang mengguncang suasana.

“Ini bukan sekadar penolakan, ini jeritan hati kami,” teriak salah satu peserta aksi (6/5/2026).

Ketegangan mencapai puncaknya saat Suwardi tetap berupaya memasuki area kantor. Aksi saling dorong pun tak terhindarkan. Para karyawan yang berdiri berlapis di jalan berusaha menghadang, sementara aparat kepolisian yang berjaga sigap mengendalikan situasi agar tidak berujung ricuh.

Momen tersebut menjadi gambaran nyata betapa dalamnya keresahan yang dirasakan para pegawai. Bagi mereka, kantor bukan sekadar tempat bekerja, tetapi ruang pengabdian yang kini terasa terusik.

Beruntung, aparat kepolisian berhasil meredam situasi sebelum bentrokan yang lebih besar terjadi. Meski demikian, ketegangan masih terasa kuat di lokasi, menyisakan luka emosional bagi banyak pihak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen PDAM maupun pihak berwenang terkait insiden tersebut. Namun satu hal yang jelas, peristiwa ini bukan sekadar aksi spontan—melainkan akumulasi dari keresahan yang menuntut untuk didengar.

Perjuangan para karyawan kini menjadi sorotan masyarakat Bantaeng, menunggu respons dan solusi yang mampu meredakan gejolak yang telah terlanjur membesar.