BANTAENGNEWS.COM — Di tengah suasana aksi yang memanas, Ketua Gerakan Peduli Pembinaan Masyarakat (GPPM) Kabupaten Bantaeng, H. Sirajuddin. Berdiri di tengah kerumunan karyawan PDAM yang menyuarakan aspirasi mereka, ia menyampaikan komitmennya untuk menjembatani komunikasi dengan pemerintah daerah.
Aksi tersebut diketahui dipicu oleh penolakan karyawan PDAM terhadap masuknya Direktur Utama PDAM, Suwardi, ke lingkungan kantor. Ketegangan sempat terjadi saat karyawan berupaya menghalangi kehadirannya, mencerminkan akumulasi kekecewaan yang telah berlangsung.
Dengan nada tegas namun penuh empati, Sirajuddin menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin situasi berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Ia memahami kegelisahan para karyawan yang datang dengan harapan didengar, bukan diabaikan.
“Untuk menjaga ketertiban, saya selaku Ketua GPPM akan membantu memfasilitasi aspirasi karyawan PDAM. Saya akan mempertemukan mereka dengan Bupati agar semua bisa diselesaikan secara baik,” ujarnya di lokasi aksi, Rabu (6/5/2026).
Sirajuddin menekankan bahwa GPPM hadir bukan untuk memperkeruh keadaan, melainkan menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah.
Menurutnya, menjaga stabilitas daerah adalah tanggung jawab bersama. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan komunikasi yang sehat demi terciptanya solusi yang adil.
Langkah mediasi ini diharapkan menjadi titik balik dari situasi yang sempat memanas, sekaligus membuka ruang dialog yang lebih manusiawi di mana suara karyawan didengar, dan kebijakan diambil dengan mempertimbangkan rasa keadilan bagi semua pihak.












