Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

AMPERA SULSEL DESAK USUT DUGAAN PELANSIRAN BBM SUBSIDI BIO SOLAR UNTUK MOBIL KOPDES MERAH PUTIH DI MALL GTC!

BANTAENGNEWS.COM – MAKASSAR — Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Rakyat Sulawesi Selatan (AMPERA Sulsel) menggelar aksi unjuk rasa di Mall GTC Makassar dan Pertamina Regional 7, Jumat (16/10/2026). Aksi tersebut merupakan tindak lanjut investigasi dan advokasi AMPERA Sulsel terkait dugaan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Bio Solar yang diduga digunakan untuk kebutuhan kendaraan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Jenderal Lapangan AMPERA Sulsel, Rull, menegaskan bahwa pihaknya menyoroti dugaan penyaluran Bio Solar di kawasan Mall GTC Makassar yang dikaitkan dengan pengisian bahan bakar mobil Kopdes Merah Putih. AMPERA Sulsel mempertanyakan sumber pasokan, jalur distribusi, serta mekanisme pengambilan BBM tersebut.

Selain itu, AMPERA Sulsel meminta penjelasan mengenai kesesuaian jenis bahan bakar yang digunakan kendaraan tersebut dengan ketentuan yang berlaku. Aliansi juga menyoroti informasi mengenai penggunaan BBM nonsubsidi jenis Dexlite dan mendesak pihak berwenang memverifikasi persoalan tersebut berdasarkan spesifikasi kendaraan serta aturan resmi yang berlaku.

“Kami sudah melakukan investigasi dan advokasi di Mall GTC. Ada dugaan kuat penyaluran BBM subsidi jenis Bio Solar untuk mobil Kopdes Merah Putih. Kami mempertanyakan dari mana sumber BBM itu, bagaimana jalur distribusinya, dan apakah penggunaannya sesuai aturan. Kami juga mendesak transparansi anggaran pengadaan dan penyaluran mobil Kopdes Merah Putih. Publik berhak mengetahui bagaimana anggaran digunakan dan bagaimana program ini dijalankan,” tegas Rull.

Menurut AMPERA Sulsel, persoalan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan menyeluruh, bukan sekadar klarifikasi. Pertamina, BPH Migas, dan instansi terkait didesak menelusuri dugaan penyaluran BBM subsidi tersebut, sekaligus memberikan penjelasan mengenai penggunaan anggaran program Kopdes Merah Putih sesuai ketentuan keterbukaan informasi publik.

Enam Tuntutan AMPERA Sulsel

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, AMPERA Sulsel menyampaikan enam tuntutan, yakni:

  1. Mendesak transparansi sumber pasokan dan jalur distribusi BBM subsidi jenis Bio Solar di kawasan Mall GTC Makassar.
  2. Mendesak pengusutan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan pelanggaran dalam dugaan penyaluran BBM untuk mobil Kopdes Merah Putih di Mall GTC, serta menelusuri kemungkinan persoalan serupa di wilayah Sulawesi lainnya.
  3. Mendesak transparansi anggaran pengadaan dan penyaluran mobil Kopdes Merah Putih, meliputi sumber anggaran, nilai pengadaan, mekanisme distribusi, serta pihak pelaksana yang bertanggung jawab.
  4. Mendesak Pertamina dan BPH Migas memeriksa dugaan pelansiran serta memastikan kesesuaian penggunaan BBM subsidi oleh kendaraan yang menjadi sorotan.
  5. Mendesak Presiden Republik Indonesia dan instansi terkait mengevaluasi pelaksanaan program Kopdes Merah Putih serta memastikan transparansi dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
  6. Mendesak penegakan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah, terhadap pihak yang terbukti memenuhi unsur tindak pidana sesuai ketentuan hukum.

AMPERA Sulsel Ancam Kembali Turun ke Jalan

Rull menegaskan bahwa AMPERA Sulsel akan terus mengawal persoalan tersebut hingga tuntutan mereka memperoleh tindak lanjut yang jelas dari pihak terkait.

AMPERA Sulsel meminta Pertamina Regional 7, BPH Migas, dan instansi terkait tidak mengabaikan aspirasi yang disampaikan dalam aksi tersebut. Apabila tuntutan mengenai transparansi jalur distribusi BBM subsidi, pengusutan dugaan pelansiran Bio Solar, serta keterbukaan anggaran pengadaan dan penyaluran mobil Kopdes Merah Putih tidak ditindaklanjuti secara serius, mereka menyatakan siap kembali menggelar aksi unjuk rasa dengan eskalasi gerakan yang lebih besar.

“Kami tegaskan, jika tuntutan ini tidak ditindaklanjuti secara serius, AMPERA Sulsel akan kembali turun ke jalan. Kami tidak akan membiarkan persoalan ini berlalu tanpa kejelasan. Buka jalur distribusi BBM, transparansikan anggaran, dan usut dugaan penyimpangan yang ada. Rakyat berhak mendapatkan jawaban, dan kami akan terus mengawal persoalan ini sampai ada tindak lanjut yang nyata!” tegas Rull.

AMPERA Sulsel menyatakan bahwa aksi lanjutan akan tetap dilakukan secara konstitusional dan damai sebagai bentuk tanggung jawab mahasiswa dan pemuda dalam mengawasi kebijakan publik, distribusi subsidi energi, serta penggunaan anggaran negara.

Hingga informasi ini disusun, naskah yang diterima redaksi belum memuat tanggapan resmi dari Pertamina Regional 7, BPH Migas, maupun pihak pengelola program Kopdes Merah Putih terkait persoalan yang disuarakan AMPERA Sulsel. Klarifikasi dari pihak-pihak terkait diperlukan agar pemberitaan tetap berimbang dan publik memperoleh informasi yang utuh.