Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Pemuda LIRA Bantaeng Bantah Isu Suap dalam Polemik Rumah Dinas SD Inpres Panjang

Yusdanar Hakim, DPD LIRA saat mengikuti rapat dengar pendapat di DPRD Bantaeng

BANTAENGNEWS.COM — Polemik dugaan perusakan aset daerah berupa rumah dinas di SD Inpres Panjang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, masih terus bergulir dan menunggu hasil penelusuran dari DPRD serta Kejaksaan Negeri Bantaeng.

Di tengah proses tersebut, mencuat isu adanya dugaan upaya penyuapan terhadap pihak pelapor, yakni Pemuda LIRA Bantaeng. Menanggapi hal itu, Ketua Pemuda LIRA Bantaeng, Yusdanar Hakim, secara tegas membantah kabar tersebut.

“Banyak rumor yang beredar, termasuk soal adanya upaya suap kepada kami sebagai pelapor. Saya tegaskan, itu tidak benar,” ujar Yusdanar, minggu (3/5/2026).

Ia menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen mengawal kasus ini hingga tuntas sesuai mekanisme hukum dan prinsip demokrasi, khususnya terkait dugaan penyalahgunaan wewenang yang menyeret sejumlah pihak, termasuk Wakil Bupati Bantaeng dalam kapasitasnya sebagai Ketua Satgas MBG.

Menurut Yusdanar, pemuda LIRA bersama tim investigasi akan tetap konsisten dan tidak terpengaruh oleh berbagai isu yang beredar di tengah masyarakat.

“Kami tidak akan main-main. Fokus kami adalah memastikan proses ini berjalan transparan dan akuntabel, apalagi ada aspek pelanggaran hak asasi manusia karena dalam kasus ini terdapat guru yang menjadi korban,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kejanggalan terkait lokasi kegiatan yang disebut bergeser dari titik awal yang semestinya.

“Disebutkan titik koordinat bergeser sekitar satu kilometer dari lokasi SPPG yang seharusnya. Ini tentu perlu dijelaskan secara terbuka,” katanya.

Tak hanya itu, Danar juga akan melaporkan salah satu akun media sosial WhatsApp yang dinilai mengacaukan proses polemik SD Inpres panjang. “Siapapun yang membuat statement pribadi tanpa bukti terkait polemik ini kami laporkan, dan saya sudah siapkan pelaporan senin besok ke aparat hukum”, kunci Danar.