BANTAENGNEWS.COM — Sebuah petisi penolakan terhadap rencana kembalinya Direktur PDAM Tirta Erenerasa nonaktif, Suwardi, mencuat dan beredar luas di sejumlah grup WhatsApp, Jumat (1/5/2026).
Dokumen petisi tersebut memuat daftar nama dan tanda tangan yang diduga berasal dari internal pegawai PDAM Kabupaten Bantaeng.
Dalam lembaran yang beredar, tercatat puluhan nama beserta jabatan, mulai dari staf hingga pejabat struktural di lingkungan perusahaan daerah tersebut.
Pada bagian atas dokumen tertulis penolakan terhadap “kembalinya Suwardi menjadi Dirut PDAM”, dengan tanggal yang tercantum 4 Maret 2026.
Selain nama, sebagian penandatangan juga mencantumkan unit kerja seperti distribusi, keuangan, hingga hubungan langganan.
Beredarnya petisi ini memicu beragam respons di kalangan masyarakat maupun pegawai.
Sejumlah pihak menilai langkah tersebut sebagai bentuk aspirasi internal, sementara lainnya mempertanyakan mekanisme dan keabsahan penyampaian sikap melalui jalur informal seperti grup pesan instan.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari manajemen PDAM Tirta Erenerasa maupun Pemerintah Kabupaten Bantaeng terkait isi dan validitas petisi tersebut. Termasuk klarifikasi apakah dokumen itu benar-benar mewakili sikap mayoritas pegawai atau hanya sebagian pihak.
Sementara itu, sumber internal yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa dinamika di tubuh PDAM memang tengah menghangat seiring isu pergantian dan evaluasi pimpinan.
“Memang ada perbedaan pandangan di internal. Tapi seharusnya disampaikan melalui mekanisme resmi,” ujarnya singkat (1/5/2026).












