Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Nyaris Ricuh di Kantor Bupati, Massa Tolak Kembalinya Eks Dirut PDAM: “Ada Dua Matahari di Bantaeng?”

Orator massa aksi dari kalangan aktivis mahasiswa buruh dan sipil

BANTAENGNEWS.COM — Aksi unjuk rasa yang digelar Pergerakan Demokrasi Aliansi Masyarakat (PDAM) di depan Kantor Bupati Bantaeng, Selasa (14/4/2026), nyaris berujung ricuh. Massa yang terdiri dari mahasiswa, aktivis buruh, dan elemen sipil itu menolak keras rencana kembalinya mantan Direktur PDAM Tirta Eremerasa, Suwardi.

Aksi yang dipimpin Idris tersebut menegaskan sikap penolakan tanpa kompromi. Dalam orasinya, Idris menyebut kehadiran mereka sebagai bentuk peringatan terbuka kepada pemerintah daerah.

“Kami datang untuk menolak kembalinya direktur PDAM Bantaeng. Ini harga mati,” tegasnya di hadapan massa.

Gelombang penolakan semakin memanas saat para orator lain menuding adanya ketidakharmonisan di lingkaran kepemimpinan daerah.

Aktivis buruh, Aldi Naba, secara terang-terangan menyoroti pernyataan wakil bupati yang dinilai bertolak belakang dengan sikap bupati.

“Bagaimana mungkin di Bantaeng ada dua matahari? Wakil bupati bicara, tapi bupati justru diam. Ini ada apa?” teriak Aldi, disambut sorakan massa.

Situasi memuncak ketika salah satu orator nekat merangsek masuk ke dalam area Kantor Bupati, diikuti oleh pimpinan aksi. Aksi spontan itu memicu ketegangan dengan aparat keamanan yang berjaga. Sempat terjadi dorong-dorongan sebelum akhirnya situasi dikendalikan melalui dialog.

Meski emosi massa sempat memuncak, aksi berakhir tanpa bentrokan setelah aparat dan perwakilan massa mencapai kesepahaman sementara.

Sebelum membubarkan diri, massa menegaskan akan terus menggelar aksi lanjutan hingga tuntutan mereka dipenuhi. Mereka bahkan menjadwalkan demonstrasi rutin hingga tiga kali dalam sepekan.

“Mau siapa pun yang memimpin, terserah. Asal bukan Suwardi,” tegas Aldi.
Rencananya, aksi lanjutan akan kembali digelar pada Kamis mendatang, dengan eskalasi massa yang disebut akan lebih besar jika tidak ada respons dari pemerintah daerah. (Abdul Kahar)