BANTAENGNEWS.COM – Sebuah rumah dinas SD Inpres panjang di Dusun Panjang, Desa Labo, Kecamatan Tomppbulu, Kabupaten Bantaeng di duga dirobohkan untuk diganti menjadi sebuah bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Hal ini diutarakan Ketua LIRA Bantaeng, Danar. Dia meminta kepada pihak SPPG untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. Bahkan dirinya menolak tegas adanya intervensi yang mengatasnamakan presiden prabowo.
“Membongkar fasilitas negara dengan cara yang tidak etis merupakan suatu pelanggaran yang serius. Rumah dinas itu merupakan aset daerah yang harus dijaga. Bukan seenaknya di bongkar, apalagi ada penghuninya”, ujar sapaan Karaeng Danar (07/04/2026).

Tak hanya itu, Danar juga menyoroti adanya dugaan intervensi yang diduga dilakukan oknum dengan menghubungi penghuni rumdis melalui pesan elektronik untuk meninggalkan tempat dengan alasan program presiden Prabowo.
“Usahakan pindah dulu karena mau direhab. Karena Program Presiden itu”, kata Danar yang dikutip dari via WhatsApp tertanggal, 8 Maret 2026.
Atas kejadian itu, Danar meminta kepada Pemda dan APH Bantaeng untuk memeriksa. “Itu merupakan fasilitas umum, kami dari LIRA meminta untuk segera diperiksa, apalagi rumdis itu sudah roboh”, kuncinya.
Hingga kini Kadis Pendidikan Bantaeng belum memberikan keterangan resminya saat dikonfirmasi terkait dirobohkannya rumah dinas tersebut. (Abd. Kahar)












