BANTAENGNEWS.COM – Pembangunan Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, hingga kini disebut belum rampung 100 persen. Di tengah proses pembangunan yang belum sepenuhnya selesai tersebut, muncul keluhan dari warga sekitar terkait utang para pekerja proyek yang belum dibayarkan.
Pantauan di lokasi menunjukkan papan informasi proyek dalam kondisi rusak dan robek. Berdasarkan informasi yang masih terlihat pada papan proyek, pembangunan tersebut merupakan bagian dari proyek SPPG Sulawesi Selatan Paket 2 yang mencakup wilayah Takalar, Bantaeng, dan Sinjai.
Meski pekerjaan fisik bangunan belum sepenuhnya selesai, aktivitas para pekerja di lokasi disebut telah berkurang drastis. Kondisi itu membuat sejumlah warga mempertanyakan kelanjutan proyek sekaligus berharap persoalan yang ditinggalkan dapat segera diselesaikan.
Salah seorang yang mengaku terdampak adalah Minah, pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar lokasi proyek. Perempuan paruh baya itu mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah akibat utang para pekerja yang hingga kini belum dilunasi.
“Iye, banyak utang kopi, mi instan, rokok yang mereka ambil. Sampai sekarang belum dibayar, jumlahnya sudah jutaan rupiah,” ujar Minah, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, selama para pekerja masih aktif di lokasi proyek, mereka kerap membeli kebutuhan sehari-hari di warung miliknya dengan sistem pembayaran belakangan. Namun hingga kini, utang tersebut belum juga diselesaikan.
Akibatnya, usaha kecil yang menjadi sumber penghidupan keluarganya mengalami kesulitan. Bahkan modal usaha yang dimilikinya disebut ikut terkuras karena piutang yang belum tertagih.
Keluhan serupa juga disampaikan seorang warga setempat. Ia menilai persoalan utang yang ditinggalkan para pekerja proyek telah menjadi perhatian masyarakat sekitar.
“Kasihan Ibu Minah. Sekarang dia sudah kehabisan modal jualannya. Kami berharap ada pihak yang bertanggung jawab menyelesaikan persoalan ini,” katanya.
Warga berharap pihak kontraktor maupun pihak terkait yang menangani pembangunan SPPG tersebut dapat memberikan kejelasan mengenai kelanjutan proyek sekaligus membantu menyelesaikan persoalan yang dialami masyarakat sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek terkait progres pembangunan maupun keluhan warga mengenai utang para pekerja yang disebut belum terbayarkan.












