BANTAENGNEWS.COM — Ketua LSM TKP Kabupaten Bantaeng, Aidil Adha, memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar di tengah masyarakat dan dinilai tidak sesuai dengan fakta.
Aidil Adha mengaku merasa dirugikan dengan adanya informasi yang mengaitkan dirinya dengan dugaan tertentu yang menurutnya tidak pernah ia lakukan maupun ketahui sebelumnya.
“Saya tidak menerima isu yang berkembang tersebut. Saya sama sekali tidak pernah melakukan seperti yang dituduhkan,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Sebagai bentuk klarifikasi, Aidil Adha mendatangi kantor PDAM Bantaeng untuk bertemu langsung dengan Suwardi guna meluruskan informasi yang beredar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Menurut Aidil, kedatangannya tersebut sekaligus untuk memastikan kebenaran isu yang telah berkembang di kalangan aktivis dan masyarakat.
“Saya datang langsung untuk meluruskan persoalan ini supaya tidak berkembang ke mana-mana,” katanya.
Aidil juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta uang kepada Suwardi dan sebelumnya belum pernah bertemu secara langsung.
“Jangankan meminta uang, bertemu saja sebelumnya saya tidak pernah,” ungkapnya.
Sementara itu, Suwardi turut membantah isu yang menyebut dirinya pernah memberikan uang kepada Ketua LSM TKP Bantaeng. Ia menegaskan kabar tersebut tidak benar dan tidak memiliki dasar yang jelas.
Menurut Suwardi, pertemuan dengan Aidil Adha baru pertama kali terjadi saat Ketua LSM TKP itu datang ke kantor PDAM Bantaeng di Jalan Hasanuddin untuk meminta klarifikasi terkait isu yang beredar.
“Baru kali ini Pak Aidil datang ke kantor saya untuk menanyakan langsung soal isu tersebut. Saya sampaikan bahwa kabar itu tidak benar,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan uang kepada Aidil Adha dalam bentuk apa pun.
“Jangankan memberikan uang dalam jumlah besar, lima rupiah atau seratus rupiah pun saya tidak pernah memberi kepada Pak Aidil Adha,” tegasnya.
Aidil Adha menilai isu yang berkembang telah mencemarkan nama baik dirinya. Karena itu, ia berharap masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Ini sudah mencemarkan nama baik saya. Saya berharap ke depan tidak ada lagi dugaan atau opini yang tidak berdasar,” tambahnya.
Lebih lanjut, Aidil Adha mengaku sedang mempertimbangkan langkah hukum terkait penyebaran informasi tersebut sebagai upaya menjaga nama baik pribadi maupun lembaga yang dipimpinnya.
Kedua pihak berharap persoalan tersebut tidak lagi berkembang di ruang publik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.












