BANTAENGNEWS.COM — Perbaikan pipa Perumda Air Minum yang dilakukan oleh Suwardi bersama masyarakat setempat pada Sabtu, 10 Mei hingga Minggu, 11 Mei 2026, di Kecamatan Eremerasa tepatnya di Desa Kampala, kembali mengalami kebocoran sehingga harus dilakukan pengerjaan ulang.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Teknik PDAM, Rivanova Iskandi, menegaskan bahwa pengerjaan pipa tidak boleh dilakukan secara asal-asalan dan harus ditangani oleh tenaga profesional di bidangnya.
“Pengerjaan pipa tidak boleh asal-asalan. Ini harus dikerjakan oleh profesional di bidangnya karena akan berdampak pada pembengkakan biaya terus menerus oleh perusahaan,” tegas pria yang akrab disapa Karaeng Kandi itu, Selasa (12/5/2026).
Ia juga menilai bahwa pengerjaan sebelumnya lebih mengedepankan pencitraan dibanding prosedur teknis yang semestinya diterapkan.
“Modal pencitraan semata hanya untuk mempengaruhi opini publik bahwa apa yang dikerjakan itu pada dasarnya tidak sesuai dengan prosedurnya,” jelasnya saat dihubungi awak media melalui WhatsApp.
Selain itu, Karaeng Kandi mengungkapkan bahwa di beberapa titik terdapat transblock yang mengalami kerusakan. Menurutnya, transblock memiliki fungsi penting untuk meredam getaran serta menopang beban berat pipa agar jalur distribusi tetap stabil.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa posisi pipa sebelum rusak berada pada titik yang lebih tinggi. Namun saat dilakukan pengerjaan, posisi pipa justru dipasang lebih rendah dari kondisi sebelumnya sehingga menimbulkan beban tarik pada pipa.
“Karena beban tanggung pipa berat sehingga pipa tertarik ke bagian rendah. Posisi pipa itu harus diukur menggunakan GPS agar bisa seimbang,” tutupnya.












