BANTAENGNEWS.COM — Sebanyak lima unit alat dan mesin pertanian (alsintan) jenis Handtraktor Roda 4 (TR4) di Kabupaten Bantaeng diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Permasalahan mencakup kesiapan lapangan hingga ketersediaan sumber daya manusia sebagai operator, yang berujung pada tidak optimalnya pemanfaatan alat tersebut sebagai alsintan prapanen dalam rangka percepatan pengolahan tanah tanam. Harapannya agar target Luas Tambah Tanam (LTT) yang menjadi crash program Kementerian Pertanian.
Salah satu anggota kelompok tani penerima Handtraktor roda 4 pengadaan tahun 2025 mengakui bahwa bantuan alsintan tersebut sangat membantu pengolahan lahannya, Menurutnya TR4 atau kadang disebut Jonder tersebut merupakan usulan Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang kemudian direalisasikan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Namun, ia membenarkan adanya kendala serius dalam operasional.
“Total ada lima unit ditahun 2025. Sejauh yang saya tahu, beberapa di antaranya tidak memiliki operator, sehingga sampai sekarang tidak digunakan,” tegasnya (30/1/2026).
Terkait dugaan penguasaan alsintan, Haryadi menolak anggapan tersebut. Ia menyatakan hanya memanfaatkan alat dengan sistem pinjam, menyusul ketidaksesuaian alat dengan kondisi lahan di sejumlah titik dalam kelompok tani Tala-Tala.
Menurutnya, kondisi lahan yang tidak mendukung membuat jonder tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya, sehingga ia meminjam alat tersebut untuk menggarap sekitar enam hektare lahan yang dinilai lebih memungkinkan.
Pernyataan itu diperkuat oleh Ketua Kelompok Tani Tala-Tala, Hamzah. Ia mengakui bahwa pihaknya memang meminjamkan jonder kepada salah satu anggota karena alat tersebut tidak cocok digunakan di sebagian besar lahan kelompok.
“Jonder itu tidak sesuai dengan kondisi lahan kami. Selain mudah tenggelam, juga merusak pematang,” ujarnya (1/5).
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng, Mahyuddin, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia memastikan akan melakukan penelusuran menyeluruh terkait penggunaan alsintan tersebut.
“Kami akan telusuri penggunaan kelima alsintan TR4 itu secara menyeluruh,” tegasnya.












