BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG — Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro bersama Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin dan jajaran Forkopimda Bantaeng mengikuti gerakan penanaman bawang putih serentak Polri di Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan penanaman bawang putih serentak yang digelar Polri di berbagai daerah. Program tersebut melibatkan 59 Polres pada 14 Polda dengan total luasan lahan yang mencapai 279,5 hektare.
Gerakan penanaman secara nasional dibuka langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang dipusatkan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Dalam sambutannya secara virtual, Kapolri mengatakan program penanaman bawang putih serentak merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, ketahanan pangan menjadi semakin penting di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
“Presiden selalu menekankan bahwa di tengah situasi eskalasi global yang tidak menentu seperti ini, kita harus mandiri, terutama di bidang ketahanan pangan. Karena itu, ini menjadi perintah dari beliau yang harus kita tindaklanjuti,” ujar Sigit.
Dalam program tersebut, sebanyak 117 kelompok tani dilibatkan dengan jumlah 2.257 petani. Polri juga melakukan pendampingan untuk memastikan program penanaman dapat berjalan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro melaporkan bahwa pelaksanaan program di wilayah Sulawesi Selatan telah mencapai luasan 57 hektare, melebihi target yang ditetapkan.
Lahan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni Gowa, Maros, Bantaeng, Luwu Utara, Jeneponto, Tana Toraja, Enrekang, dan Toraja Utara, dengan melibatkan 52 kelompok tani sebagai mitra Polri.
“Kami juga sudah melakukan pendampingan dan beberapa mitigasi risiko, termasuk kawasan lahan-lahan petani binaan kami. Kita juga akan mendatangkan tenaga ahli untuk memberikan edukasi teknologi maupun pengetahuan tentang produk bawang putih,” ujar Djuhandhani.
Di Bantaeng, kegiatan penanaman tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin menyatakan dukungannya terhadap program ketahanan pangan yang digagas Polri.
Menurutnya, masuknya Bantaeng sebagai salah satu daerah dalam program penanaman bawang putih menjadi peluang bagi petani lokal untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat sektor pertanian daerah.
“Kita patut bangga karena wilayah Bantaeng masuk dalam program penanaman bawang putih. Ini tentunya sangat menguntungkan petani kita. Mari kita kawal dan sukseskan bersama-sama,” pungkasnya.
Program penanaman bawang putih serentak tersebut diharapkan tidak hanya menjadi gerakan simbolis, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi petani melalui peningkatan produktivitas, pendampingan teknologi, serta penguatan ketahanan pangan daerah.
Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, Forkopimda, kelompok tani, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan program tersebut dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian serta ketahanan pangan nasional.













