Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Aliansi Masyarakat Kembali Segel Kantor PDAM Bantaeng, Soroti Tindak Lanjut Pemerintah

Aliansi Masyarakat Bantaeng (PDAM Bantaeng) kembali melakukan penyegelan Kantor PDAM Bantaeng

BANTAENGNEWS.COM — Massa dari Pergerakan Demokrasi Aliansi Masyarakat Bantaeng (PDAM Bantaeng) kembali melakukan penyegelan Kantor PDAM Bantaeng, usai penyegelan sebelumnya dibuka. Aksi tersebut dipimpin oleh koordinator lapangan, Idris Reformasi, sebagai bentuk protes terhadap belum adanya tindak lanjut yang dianggap jelas terkait polemik di internal PDAM Bantaeng.

Dalam aksinya, massa menyampaikan penolakan terhadap Direktur PDAM Bantaeng, Suardi. Menurut mereka, aksi demonstrasi terkait persoalan tersebut telah berlangsung beberapa kali, termasuk aksi pendudukan kantor oleh massa bersama sejumlah karyawan PDAM.

Aliansi menilai hingga saat ini belum ada keputusan konkret dari Pemerintah Kabupaten Bantaeng terkait tuntutan yang mereka sampaikan. Padahal sebelumnya sempat muncul pernyataan mengenai rencana penonaktifan Direktur PDAM.

“Kami berharap pemerintah segera memberikan kepastian dan mengambil langkah yang jelas terhadap persoalan ini,” ujar Idris Reformasi dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan kembali menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan mereka belum mendapat tanggapan dari pemerintah daerah.

Selain itu, aliansi menyampaikan keberatan terhadap langkah Dewan Pengawas (Dewas) PDAM yang membuka penyegelan kantor tanpa melibatkan pihak aliansi.

“Kami menyayangkan penyegelan dibuka tanpa adanya komunikasi dengan pihak aliansi. Kami juga meminta Dewas PDAM segera melakukan sidang kode etik terhadap Direktur PDAM,” lanjut Idris.

Massa aksi menilai diperlukan langkah tegas dan komunikasi yang terbuka agar polemik di internal PDAM Bantaeng tidak terus berlarut. Mereka mengaku akan terus mengawal perkembangan persoalan tersebut hingga ada keputusan dari pihak terkait.