BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 12 SEPTEMBER 2026 — Penanganan kasus dugaan penipuan dengan modus menitipkan mobil sebagai jaminan pinjaman uang untuk bisnis Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru setelah seorang terduga pelaku disebut telah diamankan di wilayah hukum Polres Gowa.
Informasi tersebut disampaikan salah satu korban, Darwin Ningrat. Namun, bagi Darwin, diamankannya seorang terduga pelaku bukan berarti perkara tersebut telah selesai.
Ia justru mendesak aparat penegak hukum mengembangkan proses penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap secara menyeluruh kemungkinan adanya pihak lain yang memiliki peran dalam perkara tersebut.
“Sindikat tidak bekerja sendirian. Ungkap seluruh jaringan, tegakkan hukum, dan kembalikan hak-hak korban,” tegas Darwin.
Darwin meminta aparat tidak berhenti hanya pada pihak yang telah diamankan. Jika dalam proses penyidikan ditemukan bukti adanya pihak lain yang turut berperan, menurutnya, seluruh pihak tersebut harus diperiksa sesuai ketentuan hukum.
“Kalau memang ada yang mengatur, siapa yang mengatur harus diungkap. Kalau ada yang menjalankan di lapangan, harus jelas perannya. Kalau ada yang menikmati hasilnya, itu juga harus ditelusuri. Jangan berhenti pada satu orang,” ujarnya.
Menurut Darwin, dugaan adanya jaringan tidak boleh hanya menjadi wacana. Aparat harus membuktikannya melalui proses hukum dengan menelusuri fakta, alat bukti, komunikasi, transaksi maupun aliran dana yang berkaitan dengan perkara.
Ia menegaskan, dirinya tidak meminta aparat menetapkan seseorang sebagai pelaku tanpa bukti. Sebaliknya, ia meminta seluruh dugaan diuji secara profesional agar perkara dapat diketahui secara terang.
“Kami tidak meminta siapa pun dihukum tanpa bukti. Kami meminta hukum bekerja berdasarkan fakta. Kalau memang ada yang terlibat, ungkap. Kalau tidak terlibat, jangan dipaksakan,” kata Darwin.
Jangan Berhenti di Pelaku Lapangan
Darwin juga menyoroti pentingnya mengungkap kemungkinan adanya pihak yang berada di balik rangkaian perkara tersebut.
Menurutnya, jika penyidik menemukan indikasi bahwa perkara melibatkan lebih dari satu orang, maka penyidikan harus diarahkan untuk mengetahui siapa yang berperan, bagaimana modus dijalankan, serta ke mana hasil atau uang dalam perkara tersebut mengalir.
“Sindikat berarti bukan satu pelaku. Kalau memang terbukti ada jaringan, bongkar sampai tuntas. Jangan sampai yang terlihat hanya pelaku lapangan, sementara pihak lain yang berdasarkan bukti memiliki peran justru tidak tersentuh,” tegasnya.
Darwin berharap aparat penegak hukum dapat menangani perkara tersebut secara adil, transparan dan profesional, tanpa pandang bulu.
Ia juga meminta hak-hak korban menjadi bagian penting dalam proses penyelesaian perkara.
“Negara wajib menegakkan hukum secara adil dan transparan. Semua sama di hadapan hukum. Hukum harus tajam kepada siapa pun yang terbukti bersalah dan hak-hak korban harus diperjuangkan melalui mekanisme hukum,” ujarnya.
Bagi Darwin, keberhasilan penanganan perkara bukan semata-mata ditandai dengan diamankannya seorang terduga pelaku. Lebih dari itu, masyarakat dan korban membutuhkan kejelasan mengenai keseluruhan rangkaian perkara serta siapa saja yang berdasarkan bukti memiliki keterlibatan.
“Tangkap satu orang bukan berarti perkara selesai. Kalau memang ada jaringan, bongkar seluruhnya. Tegakkan hukum dan kembalikan hak-hak korban,” tandasnya.
Sementara itu, informasi mengenai terduga pelaku yang disebut telah diamankan di Polres Gowa merupakan keterangan yang disampaikan Darwin. Adapun dugaan adanya “sindikat”, “jaringan”, maupun “aktor intelektual” masih merupakan dugaan dan desakan dari pihak korban, sehingga tidak dapat dianggap sebagai fakta hukum sebelum dibuktikan melalui proses penyidikan dan persidangan.
Proses hukum diharapkan berjalan dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah, sekaligus memastikan setiap pihak yang terbukti terlibat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum.
Kini, perhatian korban tertuju pada proses berikutnya: apakah pengamanan seorang terduga pelaku akan menjadi pintu masuk untuk membongkar seluruh jaringan, atau perkara berhenti pada satu orang?













