BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 12 SEPTEMBER 2026 — Kelangkaan LPG 3 kilogram dan BBM yang terjadi di Kabupaten Bantaeng menjadi persoalan serius yang tidak boleh dianggap sebagai masalah biasa. Kondisi ini telah menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi, khususnya bagi masyarakat kecil, pelaku UMKM, nelayan, petani, hingga pekerja yang setiap hari bergantung pada ketersediaan BBM dan LPG.
Adnan Febryan, Ketua II PC PMII Bantaeng, menilai pemerintah harus hadir memastikan distribusi energi berjalan secara adil, transparan, dan tepat sasaran.
“Kelangkaan LPG 3 kilogram dan BBM bukan sekadar persoalan antrean. Ini menyangkut kebutuhan dasar dan keberlangsungan ekonomi masyarakat. Jangan sampai rakyat terus disuruh bersabar sementara persoalan distribusi dan pengawasan tidak pernah diselesaikan secara serius.”
Menurut Adnan, pemerintah daerah bersama pihak terkait harus segera melakukan penelusuran terhadap rantai distribusi, mulai dari pangkalan, agen hingga pengecer. Jika ditemukan adanya penimbunan, permainan harga, atau distribusi yang tidak tepat sasaran, maka harus diberikan tindakan tegas sesuai ketentuan hukum.
“Kami meminta pemerintah tidak hanya turun ketika persoalan sudah viral. Pemerintah harus memastikan stok tersedia, distribusi jelas, harga terkendali, dan masyarakat mendapatkan akses yang sama. Jangan sampai barang bersubsidi justru sulit ditemukan oleh masyarakat yang memang membutuhkan.”
PC PMII Bantaeng juga mendorong adanya keterbukaan informasi mengenai kuota dan distribusi LPG 3 kg serta BBM di Kabupaten Bantaeng, sehingga masyarakat dapat mengetahui di mana letak persoalannya dan siapa yang bertanggung jawab.
“Kritik kami bukan untuk mencari kesalahan pemerintah, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan hak masyarakat terpenuhi. Pemerintah harus mendengar suara dari akar rumput dan segera mencari solusi konkret.”
Adnan menegaskan, jika kelangkaan terus berlangsung tanpa ada solusi yang jelas, PC PMII Bantaeng siap mengawal persoalan tersebut melalui jalur advokasi dan ruang-ruang dialog bersama pemerintah serta instansi terkait.
“Rakyat tidak butuh janji bahwa stok aman. Rakyat butuh LPG dan BBM tersedia ketika mereka membutuhkannya. Negara harus hadir di tengah persoalan, bukan sekadar hadir dalam pemberitaan.”
Adnan Febryan
Ketua II PC PMII Bantaeng













