Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Bapperida Bantaeng: Inovasi Jangan Berhenti pada Penghargaan, Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG  — Pemerintah Kabupaten Bantaeng terus mendorong penguatan inovasi di lingkungan pemerintahan agar tidak berhenti pada pencapaian penghargaan, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja yang mampu meningkatkan kualitas kinerja pemerintahan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan Plt. Kepala Bapperida Bantaeng, Amiruddin, ST., MM., di sela-sela proses pengiriman terakhir atau submit inovasi daerah untuk mengikuti pengukuran dan penilaian Indeks Inovasi Daerah serta Innovative Government Award (IGA) 2026, yang berlangsung hingga 21 Agustus 2026.

“Inovasi harus menjadi budaya kerja yang mampu meningkatkan kualitas kinerja pemerintahan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Amiruddin.

Menurutnya, Innovative Government Award (IGA) memang penting sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi pemerintah daerah. Namun, penghargaan bukanlah tujuan akhir dari sebuah inovasi.

“IGA memang penting, tapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana inovasi itu betul-betul membuat kinerja pemerintah semakin efektif dan pelayanan publik semakin baik,” katanya.

Bantaeng Kirim Puluhan Inovasi

Dalam pengukuran Indeks Inovasi Daerah 2026, terdapat sejumlah aspek dan indikator yang menjadi bagian dari proses penilaian terhadap pemerintah daerah dan inovasi yang diusulkan.

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bantaeng mengirimkan puluhan inovasi dari berbagai perangkat daerah dan satuan pendidikan.

Sejumlah inovasi tersebut antara lain A’lamung Bine, Si Straw, dan Kenkura dari Dinas Pertanian; Pasti Serasi dan Pesona Emas dari RSUD A.M.; Amanja Mobile dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran; Sipakatau Care dari Dinas Sosial; Budayakan Baperan dari Dinas Pekerjaan Umum; Ilangga dari Dinas PP dan KB; Laku Sampah dari Dinas Lingkungan Hidup; Panrita Tani dari Dinas Tenaga Kerja dan Industri; serta Geliat Pena dari Desa Bonto Jai melalui Dinas PMD.

Sementara dari sektor pendidikan, berbagai inovasi dikembangkan pada jenjang PAUD/TK, sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Di antaranya Assikola, Konektif, Bersama, English Area, Sadar Budaya, Tongsis, Aksi Numerasi, Klinik Dikelas, Geliat Papa, Prestasi Batik, Si Kancil, Karakter Bintangku, Smart Class, Kadera, Siberdu, Jago Mitra, Cepat Sehat, Bersinar, dan Lorentz.

Beragam inovasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan inovasi tidak hanya dilakukan pada sektor pemerintahan, tetapi juga menyentuh pelayanan kesehatan, pertanian, lingkungan, sosial, pendidikan, hingga pelayanan masyarakat.

Dua Bulan Pendampingan Intensif

Koordinator Inovasi Bantaeng, Adi Kasim, menjelaskan bahwa proses penilaian mencakup inovasi yang lahir maupun mengalami pembaruan dalam periode 1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2025.

Menurutnya, selama kurang lebih dua bulan, sejak 26 Juni hingga 21 Agustus 2026, para inovator mendapatkan pendampingan dari Bidang Riset dan Inovasi (RIDA) bersama Tim Pendamping Inovasi Daerah.

Pendampingan tersebut dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari sosialisasi, workshop, coaching, bimbingan teknis (Bimtek), reviu inovasi hingga proses pengiriman atau submit.

Adi Kasim menegaskan bahwa keberadaan sebuah inovasi tidak seharusnya hanya dilihat dari seberapa baru program tersebut dibuat.

“Inovasi harus dilihat dari manfaat yang dihasilkan, bukan semata-mata dari kebaruan sebuah program,” tegasnya.

Ia menjelaskan, inovasi dapat berupa sesuatu yang benar-benar baru maupun pembaruan terhadap sistem atau pelayanan yang telah berjalan sebelumnya, sepanjang memberikan nilai tambah dan mampu menyelesaikan persoalan.

Inovasi Harus Mudah, Efektif dan Berdampak

Adi Kasim juga merincikan sejumlah karakter yang perlu dimiliki sebuah inovasi pemerintahan.

Di antaranya adanya kepemimpinan yang mendorong perubahan, mampu membuat pelayanan menjadi lebih mudah dan murah, mudah digunakan, transparan, akuntabel, efektif serta efisien.

Selain itu, inovasi harus mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat maupun organisasi serta memberikan nilai tambah terhadap pelayanan dan kinerja pemerintahan.

Inovasi yang baik tidak berhenti setelah berhasil dibuat dan diterapkan. Inovasi perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi, mampu meningkatkan kualitas hasil, serta dapat diadopsi atau direplikasi oleh unit kerja maupun daerah lainnya,” ujar Adi.

Karena itu, keberhasilan inovasi pemerintahan tidak semata-mata diukur dari seberapa baru sebuah program dibuat atau seberapa tinggi penghargaan yang diperoleh.

Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana inovasi tersebut mampu meningkatkan kualitas hasil, memperbaiki pelayanan, memecahkan persoalan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Perangkat Daerah Diminta Perkuat Kolaborasi

Plt. Kepala Bapperida Bantaeng Amiruddin juga meminta seluruh perangkat daerah memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mengembangkan inovasi.

Menurutnya, perangkat daerah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi antarsektor dinilai penting agar inovasi yang dikembangkan memiliki cakupan manfaat yang lebih luas dan dapat terus berkelanjutan.

Di penghujung proses pengiriman inovasi, Amiruddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pengembangan, pendampingan hingga submit inovasi daerah.

Ia juga menitipkan harapan agar seluruh inovasi yang telah dikembangkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pemerintahan sekaligus membawa nama Kabupaten Bantaeng ke tingkat yang lebih tinggi.

“Mohon doa dan dukunganta semua. Semoga melalui inovasi dapat mengharumkan nama Bantaeng di tingkat nasional,” pesan Amiruddin.

BantaengNEWS.com — Inovasi, Pelayanan, dan Kemajuan Daerah.