BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 5 Agustus 2026 – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Republik Indonesia melaksanakan Kunjungan Lapangan Pengembangan Ekosistem Pertanian Berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Selatan pada Senin, 3 Agustus 2026. Dalam agenda tersebut, Kabupaten Bantaeng menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi untuk melihat secara langsung implementasi inovasi sektor pertanian yang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan di Kabupaten Bantaeng dipusatkan di Kelompok Tani Alami (KTA) Rappoa, Desa Rappoa, Kecamatan Pajukukang, setelah sebelumnya rombongan Bappenas melakukan kunjungan ke Kabupaten Jeneponto.
Pada kesempatan tersebut, tim Bappenas memberikan apresiasi terhadap inovasi A’Lamung Bine yang digagas Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng melalui UPT Balai Benih Tanaman Pangan (BBTP). Inovasi ini dinilai mampu memperkuat ekosistem pertanian melalui pengembangan sistem perbenihan padi bersertifikat yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Program A’Lamung Bine dirancang untuk memperkuat sistem perbenihan padi bersertifikat di tingkat daerah dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Melalui skema kemitraan penangkaran benih, petani memperoleh bantuan benih dan pupuk, pendampingan teknis selama proses budidaya, fasilitasi sertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Sulawesi Selatan, hingga jaminan pembelian kembali hasil panen.
Skema tersebut mampu menjaga ketersediaan benih unggul bersertifikat, meningkatkan produktivitas padi, serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bantaeng dan secara nasional.
Perwakilan Direktorat Pangan dan Pertanian Kementerian PPN/Bappenas, Dipa, mengapresiasi mekanisme pembelian kembali (buyback) hasil panen yang diterapkan dalam program tersebut.
“Kami mengapresiasi inovasi A’Lamung Bine karena mampu membeli kembali hasil panen padi petani dengan harga pasar yang lebih tinggi dibandingkan harga ketentuan. Skema ini memberikan kepastian pasar sekaligus meningkatkan semangat petani untuk terus berproduksi,” ujar Dipa saat melakukan kunjungan lapangan pada Senin (3/8).
Menurutnya, model kemitraan tersebut merupakan langkah strategis dalam memberikan kepastian usaha bagi petani penangkar benih sehingga mereka memperoleh keuntungan yang lebih layak dan termotivasi meningkatkan kualitas produksi.
Bappenas berharap inovasi A’Lamung Bine dapat terus dikembangkan sebagai model penguatan ekosistem pertanian berkelanjutan yang dapat direplikasi di berbagai daerah guna mendukung ketahanan pangan nasional.
Mengusung slogan “Sebutir Benih, Seribu Harapan”, A’Lamung Bine menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi petani, memperkuat sistem perbenihan daerah, serta mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Penulis: Tim Humas Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng
Editor: Tim Publikasi Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng













