Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Empat Inovasi Lintas OPD Perkuat Ekosistem Pertanian Bantaeng Menuju IGA Award 2026

BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 5 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Bantaeng terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan sektor pertanian yang modern, inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui pengembangan inovasi daerah. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menghadirkan empat inovasi unggulan pada ajang Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026, yang menjadi representasi kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi masyarakat.

Empat inovasi yang diusung meliputi SI-STRAW (Sistem Informasi Distribusi Straw Terintegrasi dan Real Time), KENKURA (Perbanyakan Benih Kentang Melalui Teknik Kultur Jaringan), A’LAMUNG BINE (Adaptasi Layanan Mandiri Benih Unggul Berbasis Teknologi), serta PANRITA TANI (Pemberdayaan dan Pengembangan Pertanian Ramah Lingkungan, Inovatif, Tangguh, dan Berkelanjutan).

Keempat inovasi tersebut dirancang sebagai satu kesatuan ekosistem pembangunan pertanian yang saling terintegrasi, mulai dari penyediaan benih unggul, peningkatan kualitas komoditas hortikultura, pelayanan peternakan berbasis digital, hingga pemberdayaan petani melalui praktik pertanian ramah lingkungan.

Pada sektor tanaman pangan, A’LAMUNG BINE menghadirkan transformasi pelayanan perbenihan melalui sistem layanan benih unggul berbasis teknologi. Inovasi ini memperkuat proses produksi dan distribusi benih bersertifikat secara lebih efektif dan transparan. Selain meningkatkan kualitas pelayanan kepada petani, inovasi tersebut juga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperluas kemitraan dengan penangkar benih, serta mendukung transformasi UPT Balai Benih Tanaman Pangan menuju Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Di sektor hortikultura, KENKURA menjadi solusi atas kebutuhan benih kentang bermutu melalui penerapan teknologi kultur jaringan. Metode ini memungkinkan produksi benih dalam jumlah lebih banyak, seragam, bebas penyakit, dan memiliki mutu yang lebih terjamin. Kehadiran inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kentang sekaligus memperkuat sistem perbenihan hortikultura di Kabupaten Bantaeng.

Sementara itu, pada bidang peternakan, SI-STRAW menghadirkan sistem digital yang mengintegrasikan pelayanan distribusi straw inseminasi buatan secara real time. Melalui inovasi ini, proses permintaan, pengelolaan stok, hingga pelaporan dapat dilakukan secara cepat, akurat, dan transparan sehingga meningkatkan efektivitas pelayanan kepada peternak serta mendukung peningkatan populasi ternak di Kabupaten Bantaeng.

Melengkapi ketiga inovasi tersebut, PANRITA TANI mengembangkan model pertanian alami berbasis pemberdayaan masyarakat. Inovasi ini mendorong penggunaan pupuk organik, pemanfaatan benih unggul berbasis komunitas, serta penguatan kelembagaan petani sebagai upaya meningkatkan kemandirian sektor pertanian. Melalui pendekatan tersebut, biaya produksi dapat ditekan, produktivitas lahan meningkat, dan pendapatan petani terdorong menjadi lebih baik. Meskipun diinisiasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, PANRITA TANI menjadi bagian strategis dalam mendukung pembangunan pertanian melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kolaborasi keempat inovasi tersebut mencerminkan sinergi lintas OPD dalam membangun sistem pertanian yang terpadu dan berkelanjutan. Mulai dari penguatan perbenihan tanaman pangan, modernisasi benih hortikultura, digitalisasi pelayanan peternakan, hingga pengembangan pertanian ramah lingkungan, seluruh inovasi diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak, serta memperkokoh daya saing Kabupaten Bantaeng pada ajang Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026.

Melalui inovasi yang berorientasi pada pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bantaeng menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, kolaboratif, dan inovatif dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.